Legenda Danau Ateh dan Danau Bawah: Darah Naga di Tanah Minangkabau Part - 2
Oleh : Andika Putra WardanaTapi Inyik Gadang Bahan bukanlah orang yang mudah mundur oleh rasa takut.
Ia tetap melanjutkan langkahnya, masuk lebih dalam ke dalam hutan.
Di sana, ia mendapati pohon-pohon besar tumbang tak beraturan, seolah diterjang kekuatan gaib.
Ia mulai curiga, dan benar saja, dari balik semak belukar, muncul seekor naga besar dengan mata menyala merah dan tubuh bersisik hitam keperakan. Naga itu bukan sekadar makhluk buas.
Ia adalah penjaga wilayah hutan itu, dan merasa terusik oleh kehadiran manusia.
Tanpa banyak bicara, pertempuran pun tak terelakkan.
Naga menyemburkan api yang membakar ranting dan tanah, tapi Inyik Gadang Bahan dengan sigap menghindar.
Ia mengayunkan kapaknya dengan tenaga penuh, dan sekali tebas, bagian kepala sang naga pun terpisah.
Darah mengalir deras dari tubuh raksasa itu, merah dan panas, menyatu dengan tanah.
Kemudian, Inyik Gadang Bahan menebas ekor naga, hingga putus dan darah kembali memancar hebat ke arah yang berbeda.