Legenda Danau Ateh dan Danau Bawah: Darah Naga di Tanah Minangkabau Part - 1
Oleh : Andika Putra WardanaDi dataran tinggi Alahan Panjang, Kabupaten Solok, terbentang dua danau yang memesona: Danau Ateh dan Danau Bawah.
Udara di sekitarnya sejuk, diselimuti kabut, dan dikelilingi oleh perbukitan hijau yang tenang.
Tapi di balik keindahan itu, masyarakat setempat menyimpan sebuah kisah lama.
Sebuah legenda turun-temurun yang tak sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan jejak nilai dan warisan dari zaman yang jauh sebelum kita lahir.
Legenda tentang bagaimana kedua danau itu tercipta, bukan dari gunung berapi, bukan dari hujan dan sungai, tapi dari darah seekor naga raksasa.
Alkisah, dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua bernama Inyik Gadang Bahan.
Ia bukan orang biasa.
Tubuhnya besar, wajahnya teduh, dan ia selalu membawa sebilah kapak yang sangat besar, kapak yang konon bisa membelah batu sekali tebas.
Suatu hari, ia hendak pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
Tapi di tengah jalan, ia bertemu seorang nenek tua yang memberikan peringatan: “Jangan lanjutkan perjalananmu hari ini, Nak.
Di dalam hutan itu ada bahaya besar yang sedang menunggu.”