Juadah: Sajian Adat Minangkabau yang Sarat Makna dan Cinta - Part 2
Oleh : Andika Putra WardanaDi lapisan berikutnya disusun jalabio, kue goreng gurih dengan tekstur renyah.
Lalu kipang ampiang, camilan manis dan renyah dari beras ketan pipih yang dipadatkan dengan gula merah.
Naik lagi ada ambuik-ambuik, kue berbentuk unik dari batok kelapa dengan rasa manis gurih.
Dan di puncaknya berdiri pinyaram atau kue cucur, bundar sempurna, renyah di luar dan kenyal di dalam, menjadi pelengkap yang menandai puncak dari sajian suci ini.
Tapi yang membuat Juadah benar-benar luar biasa bukan hanya isinya, melainkan cara pembuatannya.
Prosesnya bisa memakan waktu hingga 24 jam dan melibatkan 4 hingga 8 orang.
Mulai dari menjemur dan mengolah bahan mentah, membuat adonan, hingga memanggang, mengukus, atau menggoreng kue satu per satu, semua dilakukan dengan teknik tradisional dan penuh ketelitian.
Alat-alat yang digunakan pun masih kental nuansa lama, tungku kayu, kuali besar, cetakan dari kayu dan batok kelapa, serta saringan minyak.
Setiap langkah adalah cerminan dari warisan leluhur yang tak tergantikan oleh teknologi modern.