Gasiang Tangkurak: Ilmu Hitam Paling Ditakuti di Ranah Minangkabau - Part 3
Oleh : Andika Putra WardanaNamun zaman bergerak maju.
Setelah Islam masuk ke Minangkabau, praktik-praktik animisme dan ilmu hitam seperti gasiang tangkurak mulai ditinggalkan.
Islam menentang segala bentuk syirik, dan masyarakat pun mulai menyadari bahwa memaksa cinta melalui sihir bukanlah jalan yang dibenarkan.
Adat Minangkabau pun kini tegak berdiri di atas prinsip, Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, adat bersendikan syariat, dan syariat bersumber dari Al-Qur'an.
Kini, gasiang tangkurak telah beralih bentuk.
Ia tidak lagi menjadi alat guna-guna, tapi telah diolah menjadi inspirasi dalam seni.
Seniman-seniman muda dan akademisi mengangkatnya dalam bentuk pertunjukan musik, tari, bahkan film eksperimental.
Dalam dunia seni, gasiang tangkurak bukan lagi alat kutukan, tapi narasi budaya yang mengingatkan kita akan gelapnya masa lalu, dan bagaimana masyarakat memilih untuk berjalan menuju cahaya.
Namun demikian, kisah ini masih hidup dalam lisan.
Nama-nama seperti Sibabau dan Puti Losung Batu terus disebut sebagai tokoh legendaris yang terjerat dalam praktik ini, meskipun tak ada yang bisa membuktikan kebenarannya.
Seperti banyak legenda lain, kebenaran tentang gasiang tangkurak berada di antara sejarah dan mitos.
Dan mungkin, di sanalah kekuatannya, membuat kita waspada, sekaligus penasaran.