Gasiang Tangkurak: Ilmu Hitam Paling Ditakuti di Ranah Minangkabau - Part 2

Oleh : Andika Putra Wardana

Kisah ini tak hanya berkembang dari mulut ke mulut, tapi juga diabadikan dalam seni. 

Lagu “Gasiang Tangkurak” yang dipopulerkan oleh penyanyi Minang Ratu Sikumbang, menggambarkan bagaimana ritual ini digunakan sebagai jalan pintas oleh mereka yang patah hati. 

Lagu itu berkisah tentang cinta yang tertolak dan lelaki yang mencari dukun untuk membuat sang pujaan hati tunduk padanya lewat ilmu hitam.

Dalam masyarakat Taeh Baruah, Kabupaten Lima Puluh Kota, praktik ini dahulu sangat ditakuti. 

Bahkan, gasiang tangkurak sering dimainkan di tujuh lokasi yang disebut “tanjung”, tempat khusus yang dianggap memiliki kekuatan gaib. 

Ritual sirompak tidak dilakukan sendirian, melainkan oleh sebuah kelompok, yang terdiri dari pawang, pemantra, dan pemutar gasing. 

Saluang sirompak, alat musik bambu tiup khas Minangkabau, juga dimainkan untuk memperkuat energi ritual.

Sirompak adalah bentuk balas dendam spiritual, dari hati laki-laki yang tersakiti, berpindah menjadi penderitaan perempuan yang ditundukkan secara gaib. 

Inilah ironi tragis, korban cinta menjadi pelaku sihir, dan korban baru pun lahir dari cinta yang dilukai.