Bukan Sekadar Mainan, Inilah Nilai Hidup dalam Permainan Tradisional Minangkabau - Part 3
Oleh : Andika Putra WardanaSementara sepak tekong dan mancik-mancik adalah dua bentuk permainan petak umpet yang dimainkan lebih banyak orang.
Dalam sepak tekong, kaleng bekas ditendang jauh agar pemain bisa bersembunyi.
Penjaga harus mencari, dan si pelompat harus menendang tekong sebelum penjaga menyentuhnya sambil menyebut nama.
Di sinilah ketegangan, kehebohan, dan tawa jadi satu.
Sedangkan mancik-mancik menuntut kecepatan dan pengamatan, siapa cepat, dia selamat. Yang lambat, jadi penjaga.
Semua permainan ini dulu begitu akrab.
Anak-anak memainkannya selepas sekolah, selepas mengaji, atau di sore hari saat matahari mulai turun.
Tak perlu baterai.
Tak perlu aplikasi.
Mereka cukup datang dan bergabung, karena semua permainan ini adalah milik bersama.
Tapi sekarang, suara tawa itu makin jarang terdengar.
Anak-anak lebih banyak tertunduk menatap layar, jari-jarinya sibuk di atas gadget, bukan di atas tanah yang lapang.
Permainan tradisional mulai kalah oleh gim digital.
Padahal, yang hilang bukan sekadar permainan, tapi juga nilai, interaksi, dan warisan budaya yang selama ini menjaga jiwa kolektif masyarakat Minangkabau.