Bukan Sekadar Mainan, Inilah Nilai Hidup dalam Permainan Tradisional Minangkabau - Part 2
Oleh : Andika Putra WardanaLalu ada congklak, permainan papan kayu berlubang yang dimainkan dua orang dengan biji-bijian. Jangan salah, congklak bukan sekadar permainan iseng, tapi juga strategi.
Anak perempuan Minang biasa memainkan ini sore hari di tangga rumah gadang, sambil berbincang dan tertawa kecil.
Di balik kesederhanaannya, congklak mengajarkan perhitungan, kesabaran, dan cara mengambil keputusan.
Permainan lompat tali, atau lompat kajai, juga menjadi kegemaran anak-anak perempuan.
Tali dari karet gelang yang disambung panjang itu menjadi sarana ketangkasan.
Tali dinaikkan bertahap, mulai dari mata kaki hingga setinggi kepala. Siapa yang paling lincah dan cerdik, dialah pemenangnya.
Anak-anak belajar tentang batas tubuh mereka, tentang keberanian melompat lebih tinggi, dan tentang tawa ketika jatuh tak berhasil.