Bakaua Adat di Nagari Sijunjung - Part 1

Oleh : Andika Putra Wardana

Halo dunsanak minangsatu, tahukah kamu bahwa di Ranah Minang, tepatnya di Nagari Sijunjung, Sumatera Barat, ada sebuah tradisi adat yang terus dijaga dan dilestarikan turun-temurun.


Namanya Bakaua Adat.


Sebuah ritual budaya yang bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga lambang kebersamaan, kekuatan adat, dan doa bersama untuk keselamatan nagari.


Bakaua adat diadakan setiap tahun, sesudah panen padi, dan dipusatkan di sebuah lokasi sakral bernama Tobek Gadang.


Di sinilah masyarakat adat Nagari Sijunjung berkumpul, membawa harapan, syukur, dan semangat gotong royong.


Yang membuatnya unik, adalah peran para ibu.


Mereka menyiapkan jamba hidangan yang diletakkan dalam dulang.


Di dalamnya ada nasi putih, lemang, aneka buah seperti semangka dan jeruk, dan tentu saja... daging kerbau, hasil sembelihan sehari sebelumnya.


Seperti yang diceritakan Tiwi, yang ikut langsung kegiatan ini.


Setiap rumah membuat jamba.


"Dulang-nya pun ditandai dari suku mana.

Lalu kami para ibu menjunjung dulang dari rumah masing-masing menuju Tobek Gadang.

Jaraknya lumayan jauh, tapi semua semangat dan kompak.

Kami pakai rok songket, baju kurung hitam, dan jilbab putih, itu sudah jadi aturan pakaian bakaua.”