HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Rabu, 29 Mei 2019
Wisata Petualangan, Potensi Sumbar Menggaet Pelancong

Padang (Minangsatu) - Jangan dikira potensi kepariwisataan di Sumatera Barat (Sumbar) hanya tentang budaya dan panorama semata. Jika anda mau memacu adrenalin, ada banyak pilihan wisata petualangan (adventure) di Sumbar. 

“Kita punya banyak lokasi untuk wisata mendaki gunung, dan panjat tebing. Di Sumbar juga banyak arena untuk arung jeram. Bahkan Mentawai terkenal sebagai sorga para peselancar dunia,” tutur Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Taufik Ramadan kepada Minangsatu, Rabu (29/5) menggambarkan betapa kayanya potensi wisata di ranah minang ini. Bila potensi wisata petualangan diseriusi, tentu akan mendukung pencapaian target wisatawan pada tahun 2019 ini. 

Menurut Taufik Ramadan, pada tahun 2019 ditargetkan wisatawan nusantara  (wisnu) berkunjung ke Sumbar sebanyak 8.476.724 orang, meningkat dari tahun 2018 yang sebanyak 8.073.070. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, dari jumlah yang datang pada tahun 2018 sebanyak 54.369 orang, ditargetkan pada tahun 2019 kunjunga wisman mencapai 57.087 orang. “Jika wisata petualangan digarap serius oleh kabupaten/kota dan para operator atau pelaku bisnisnya, tentu sangat membantu pencapaian target kunjungan wisnu dan wisman,” tukasnya. 

Dikatakan, pengembangan kepariwisataan di Sumbar dibagi dalam lima kluster. Yakni; Padang dan sekitarnya, Bukittinggi dan sekitarnya, Tanah Datar dan sekitarnya, Sawahlunto dan sekitarnya, serta Mentawai dan sekitarnya. “Semuanya memerlukan pengembangan destinasi dan pemasaran. Dalam hal wisata petualangan, kita harus banyak melakukan upaya pemasaran sambil menyiapkan sumberdaya di lokasi,” imbuh Taufik Ramadan.   

Ia menegaskan bahwa pengembangan kepariwisataan tidak terlepas dari destinasi, pemasaran, industri, kelembagaan pariwisata. Karena keterbatasan anggaran, maka sejumlah destinasi diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pengusulan kawasan geoprak, dan pengembangan wisata halal. “Sedangkan untuk wisata petualangan, kita melalukan pelatihan bagi sejumlah pemandu wisata,” ujarnya. 

Ditegaskan, untuk wisata petualangan ada tiga hal pokok yang mendi perhatian Dinas Pariwisata Sumbar, yakni adanya asuransi buat wisatawan, peralatan dan operator yang bersertifikat, serta pemandu wisata yang bersertifikat. “Tiga hal ini yang selalu kita tekankan kepada kabupaten/kota untuk membenahinya, supaya wisata petualangan lebih aman dan menyenangkan,” katanya. 

Secara teori, menurut Taufik Ramadan ada tiga macam wisata petualangan, yakni; nusa, tirta dan dirga,”Semuanya tersedia di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar.”

Wisata petualangan nusa, yakni pendakian, trekking, penelusuran goa, panjat tebing dan dinding, lari lintas alam, berburu. Sedangkan wisata petualangan tirta yakni arung jeram, kayak, tubing, river boarding, surfing, berlayar, memancing. Adapun wisata petualangan dirga adalah paralayang, paramotor, terbang layang, layang gantung, dan bungge jumping

Meskipun sejumlah destinasi wisata petualangan menunggu untuk memacu adrenalin para pelancong, namun dukungan lintas skctor amat diperlukan. Kata Taufik Ramadan,”Pariwisata petualangan membutuhkan dukungan lintas sektor yang kuat, solid, dan berkelanjutan. Baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun tingkat pusat. Pemahaman sektor pariwisata petualangan juga harus didukung sektor kehutanan, kelautan, keamanan, kesehatan, perhubungan, dan lainnya,” pungkasnya.


Wartawan : boing
Editor : boing

Tag :#wisata Pertualangan