HOME BIROKRASI KABUPATEN AGAM

  • Senin, 29 Maret 2021
Wabup Agam : perlu kesiapan semua pihak untuk penanggulangan bencana
Moment foto bersama antara Pemda Agam dengan jajaran Polres Agam serta TNI usai Rakor lintas sektoral penanggulangan bencana dan Karhutla

Agam, (Minangsatu)-Kabupaten Agam memiliki wilayah yang cukup luas dan terkenal dengan keindahan alamnya. Namun, potensi bencana di daerah memiliki topografi yang beragam ini juga sangat besar, sehingga perlu kesiapan bagi semua pihak untuk penanggulangan ketika hal tersebut terjadi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri saat hadiri rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral penanggulangan bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di aula Wibisono Polres Agam, Senin (29/3/21).

"Agam miliki gunung marapi yang berpotensi untuk meletus, pantai berpotensi terjadi tsunami, miliki hutan luas yang berpotensi terbakar, tebing curam berpotensi terjadi longsor, dan lainnya.Semua institusi kita pastikan miliki SOP masing-masing dalam penanggulangan, baik kepolisian, TNI, pemerintah daerah dan lainnya," jelasnya.

Dikatakan, persoalannya ketika bencana melanda sering terjadi gelagapan, artinya sering alami tumpang tindih antara satu institusi dengan lainnya dalam penanggulangan.

“Padahal kalau kita saling berkoordinasi dan bisa berbagi, dapat menimbulkan efek bermanfaat yang luar biasa dalam penanggulangan bencana tersebut,” sebutnya.

Sedikit diceritakan, saat bencana gempa Sumatera Barat yang terjadi 2009 lalu, ia melihat begitu paniknya dalam melakukan penanganan bencana itu. "Ketika di Agam terjadi suatu bencana, apakah kita sudah siap menghadapinya?," ujarnya mempertanyakan.

Maka, menyikapi hal itu diyakininya dengan dilaksanakan Rakor lintas sektoral tersebut, membuat semua kalangan lebih siap hadapi segala sesuatunya, terutama penanggulangan bencana.

Untuk itu, dimintanya peserta rakor memanfaatkan momen ini dengan baik, dan melaporkan hasilnya kepada bupati atau wakil bupati, untuk melihat ke depan apa yang bisa disupport serta berikan masukan.

"Hal ini supaya hasil rakor bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat berikan manfaat yang besar bagi kepentingan masyarakat," ucapnya.

Sementara, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan saat membuka rakor menyebutkan, di Kabupaten Agam terdapat dua Polres yaitu Agam dan Bukittinggi, dengan wilayah hukumnya mayoritas memiliki potensi bencana.

"Khusus wilayah hukum Polres Agam, potensi bencana cukup besar seperti longsor, banjir, kebakaran hutan, abrasi pantai, dan lainnya,” kata Kapolres.

Bahkan, terangnya, beberapa waktu lalu terjadi kebakaran lahan gambut yang ditanami kelapa sawit di Kecamatan Tanjung Mutiara, semua kalangan berjibaku melakukan penanggulangan supaya api bisa dengan cepat dipadamkan.

Diutarakan, belum lagi wilayah lainnya yang juga sangat besar potensi bencananya, apalagi ketika hujan melanda wilayah tersebut.

"Maka melalui rakor yang dilaksanakan bersama TNI, jajaran polri, pemerintah daerah dan pihak perusahaan ini, kita dapat menyamakan persepsi dalam percepatan penanggulangan bencana khususnya di wilayah hukum Polres Agam," ulasnya.*


Wartawan : M. Fadillah
Editor : Benk123

Tag :#agam