HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Senin, 27 Mei 2019
Semua Pihak Harus Dukung Silokek, Peran Pers Sangat Penting

Sijunjung (Minangsatu) – Terkait pengembangan Geopark Silokek, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin meminta para wartawan ikut menyukseskan pengembangan dan pembangunannya. 

“Peran serta wartawan sangat berpengaruh dalam capaian sasaran yang diinginkan. Tanpa wartawan apapun program pembangunan yang dilaksanakan tidak akan dikenal oleh masyarakat luas ataupun dunia luar Sijunjung,” ujar Yuswir Arifin yang didampingi sejumlah pejabat, di hadapan para wartawan, beberapa waktu lalu, di rumah dinasnya di Pasar Inpres Muaro Sijunjung.

Pertemuan menjelang berbuka puasa di rumah dinas Bupati Sijunjung itu, dihadiri oleh wartawan dari berbagai media. “Peran media atau pers sangat penting terutama saat gencarnya program Geopark Silokek yang sedang dikembangkan,” tuturnya. 

Secara umum Yuswir memaparkan bagaimana merencanakan dan merancang untuk mewujudkan  program Geopark Silokek ini. “Program Geopark Silokek saat ini tidak hanya merupakan program Sijunjung, tetapi sudah mendapatkan dukungan dari provinsi  dan pusat. Dukungan dan partisipasi masyarakat Sijunjung, terutama media sangat menentukan ketercapaian rencana yang sangat strategis ini," kata bupati. 

Memang keberadaan Silokek sebagai kawasan Geopark Nasional semakin terlihat. Yang paling anyar, adalah dengan telah diresmikannya gedung Pusat Informasi Geopark Nasional Silokek. Gedung yang diresmikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, Kamis (25/4) itu terletak di Simpang Tugu, Muaro Sijunjung. 

Gubernur sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Sijunjung, pasca ditetapkan kawasan Silokek sebagai Geopark Nasional. Dia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar siap membantu Pemkab Sijunjung dalam mewujudkan Geopark Nasional Silokek menjadi Geopark Dunia. "Pemprov siap membantu pengembangan kawasan Geopark Nasional Silokek, termasuk Geopark Ranah Minang lainnya," ucap Irwan Prayitno.

Terkait upaya pengembangan kawasan tersebut, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Doni Hendra mengatakan setelah Silokek menjadi Geopark Nasional, Pemkab Sijunjung harus bergerak untuk melengkapi perencanaan, dan kemudian melaksanakannya. “Pemdanya harus bergerak untuk melengkapi perencanaan, peningkatan SDM dan peningkatan fisiknya, dengan bantuan Pemprov, pusat dan bantuan pihak ketiga,” ujar Doni Hendra kepada Minangsatu. 

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sijunjung Zefnihan mengatakan bahwa Pemkab Sijunjung telah membuat grand design. Dengan telah selesainya grand design tersebut, Pemkab Sijunjung segera memprogramkan pembangunannya, dan masuk ke APBD. “Kita akan programkan sesuai grand design itu, supaya masuk dalam APBD, mulai dari APBD Perubahan 2019, dan seterusnya,” ujar Zefnihan.

Seperti diketahui, sejak Silokek menjadi Geopark Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung terus melakukan pembenahan. Tidak hanya dalam upaya menggaet sebanyak mungkin wisatawan, tetapi lebih dari itu, melestarikan kekayaan alam dan keragaman budaya adalah sebuah keniscayaan. 

Kekayaan alam yang terbentang di kawasan Silokek memang cukup pantas dilestarikaan, lantaran di sini terdapat keragaman unsur geologi yang mempunyai nilai arkeologi dan ekologi. Cocok sekali sebagai geopark yang merupakan konsep pembangunan komprehensif dalam rangka konservasi sehingga bisa lestari. Tetapi juga punya nilai ekonomi untuk diandalkan sebagai destinasi wisata. 

Di kawasan Silokek juga membentang keragaman budaya, yakni budaya Minangkabau, ditandai dengan adanya Kampung Adat yang masih mempertahankan adanya rumah gadang di dalam satu kawasan, serta adanya peninggalan Rajo Ibadat, salah satu dari Rajo Tigo Selo yang merupakan presidium kepemimpinan di Minangkabau pada masa Kerajaan Pagaruyung. 

Bahkan juga kekayaan biologi berupa keanekaragaman hayati ikut mendukung Geopark Silokek mempunyai nilai lebih, lantaran kawasan itu sekaligus akan memiliki fungsi sebagai kawasan “paru-paru” Sijunjung dengan mempertahankan keanekaragaman hayati. Tidak itu saja, kawasan Silokek juga dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan laboratorium alam dengan rencana pembangunan Biology Centre di dalam kawasan. 

Sekda Zefnihan mengatakan, untuk pengembangan Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung sudah menyiapkan Grand Design Pengembangan Geopark Silokek. “Kita sudah punya grand design. Berdasarkan itu lah nanti, pembangunannya kita programkan secara bertahap,” ujar Zefnihan. 

Dikatakan, ada tiga komponen penting yang menjadi perhatian. Yakni klaster utama, infrastruktur dan klaster pendukung. “Dalam grand design itu kita fokus pada tiga hal, yaitu pengembangan klaster utama, pembangunan infrastruktur serta pembangunan klaster pendukung,” katanya. 
Di klaster utama, selain akan dibangun gerbang (gate) yang megah, sebagai penanda sebuah kawasan yang akan menjadi ikon daerah setempat, di situ juga akan dibangun Geosite Silokek, Biology Centre, pengembangan Kampung Adat serta museum dan perpustakaan. 

Sedangkan untuk infrastruktur, selain akan dibangun jalan ke lokasi, jalan antara klaster, jalur air, dermaga, terminal, serta jaringan listrik dan air bersih. Adapun klaster pendukung adalah daerah Sisawah, Durian Gadang, Solok Amba, Sumpur Kudus, Aie Angek, Paru, Muaro, Manganti, Kandang Baru dan TBA.

Harapan Bupati Yuswir Arifin supaya semua pihak, terutama dunia pers agar mendukung sepenuhnya pengembangan Geopark Silokek ini patut dicatat sebagai upaya nyata untuk membuat kawasan itu menjadi milik semua orang. Maka, Geopark Silokek sebagai destinasi wisata yang komplit, bahkan ingin dijadikan sebagai Geopark Dunia, tidak hanya mimpi. Melainkan sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Tentu saja dengan dukungan semua pihak, terutama dunia jurnalistik alias pers


Wartawan : boing
Editor : boing

Tag :#Silokek#peran Pers