HOME OPINI INDEPTH


  • Sabtu, 6 Juli 2019
Selangkah Lagi Kota Tambang Sawahlunto Jadi World Heritage
Sesudut Sawahlunto dengan latar bekas Kantor PT. Bukit Asam (PTBA)

Pesan optimisme datang dari Baku, Azerbaijan di sela-sela sidang UNSECO, Jum’at (5/7) dalam rangka penetapan beberapa nominator situs dan kota-kota di dunia menjadi World Heritage. Kota Sawahlunto, kota wisata penuh sejarah selangkah lagi bakal menjadi satu-satunya Kota di Indonesia yang ditetapkan menjadi World Heritage.

“Tidak gampang sampai ke Baku. Negara-negara yang sukses lolos ke Baku sudah melaui tahapan dan uji kelayakan yang panjang. Artinya, kita harus optimis Sawahlunto layak menjadi World Heritage,” demikan disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Gemala Ranti.

Hal serupa juga diutarakan oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Nurmatias.
“Insya Allah 95 persen Sawahlunto diterima jadi warisan cagar budaya dunia. Kita optimis dengan do’a tentunya,” jelasnya.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, berbagai proses yang rumit sudah dilewati oleh Kota Wisata Tambang ini.

“Hasil Penilaian oleh Dewan Penasehat Warisan Dunia atau International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) sangat positif dan merekomendasikan untuk ditetapkan (to be inscription), ujarnya. 

Ditambahkan Deri berdasarkan evaluasi terakhir, Sawahlunto yakin menjadi World Heritage.
“Melihat perkembangan selama masa proses evaluasi teknis baik berkas pengusulan, penilaian teknis lapangan, penilaian telekonferensi dan jawaban atas beberapa pertanyaan tambahan mampu dijabarkan dengan sempurna,” jelas Deri.

Secara teknis Sawahlunto sangat memenuhi kriteria menjadi World Heritage. Menurut paparan Kepala Dinas Kebudayaan Gemala Ranti, Sawahlunto sudah memenuhi kriteria utama syarat menjadi World Heritage.

“Sawahlunto memiliki semua syarat yang diajukan oleh UNESCO. Sejarah yang tinggi, nilai unversalitas budaya, dan berdampak luas kepada masyarakat, baik lokal, nasional, maupun internasional," tegas Gemala. 

Sebagaimana diketahui, Kota Sawahlunto lahir dari sejarah panjang penjajahan Hindia Belanda di nusantara. Bermula dari penelitian seorang insinyur  Belanda, Willem Hendrik de Greve pada tahun 1867, yang menyebutkan bahwa ada 200 juta ton batu bara yang terkandung di sekitar aliran Batang Ombilin.  Tahun 1870, pemerintahan penjajah Hindia Belanda mulai merancang pembangunan sebuah kota yang dimaksudkan untuk mempermulus jalan mereka meeksploitasi batu bara tersebut. Maka pada 1 Desember  1888 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah kota bernama Sawahlunto. 

Sejak saat itu, dimulailah Pertambangan Batu Bara secara massive di Sawahlunto. Bangunan-bangunan gedung dan perumahan dengan gaya arsitektur negeri kincir angin banyak bermunculan di sekitaran pusat kota. Untuk menopang akses transportasi dan distribusi hasil tambang, dibangunlah jalur kereta Sawahlunto ke telur Bayur. Ketiga aspek (tambang, bangunan tua, rel kereta api) ini menjadi satu kesatuan yang menyatu menggiring sawahlunto layak menjadi World Heritage City (Kota Warisan Dunia).

Cagar budaya yang ada di Kota Sawahlunto sudah ditetapkan secara berjenjang mulai dari Kota Sawahlunto Keputusan  Walikota  No. 189.2/250  Wako-Swl/2014 tentang Penetapan Situs dan Bangunan Cagar Budaya Kota Sawahlunto, Peraturan Kota Nomor 02 Tahun 2010 tentang Penataan Kawasan Kota Lama dan  Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2007  Pengelolaan Benda Cagar Budaya serta Kota Sawahlunto sebagai cagar budaya Nasional dengan nama Kota Tambang Batubara Sawahlunto melalui Kepmendikbud No. 345/M/2014 pada tanggal 08 Januari 2014. Tahun 2015, Sawahlunto masuk daftar nominasi sementara World Heritage UNESCO. Sejak saat itu, berbagai prosedur dilalui, mulai dari pengajuan draf awal, melengkapi persyaratan, penilaian ke lokasi oleh tim independen, hingga sidang penetapan 30 Juni hingga 10 Juli 2019.

Saat ini kita tinggal berharap dan berdo’a, tanggal 10 Juli nanti kita bakal menerima kabar baik dari Baku perihal penetapan Sawahlunto menjadi World Heritage. Perubahan status Kota Sawahlunto tentunya akan memberikan banyak dampak positif, baik bagi Sawahlunto maupun Kabupaten/Kota lain yang menjadi akses ke Sawahlunto. 
Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta berharap dengan penetapan Sawahlunto nantinya menjadi Warisan Dunia bakal mmeberikan harapan baru bagi kemajuan Sumatera Barat, khususnya Sawhlunto. 

“Kalau Allah mengizinkan kota kita Sawahlunto menjadi Warisan Dunia akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat khususnya kota Sawahlunto, apalagi dengan status ini secara promosi dan pengenalan Sawahlunto tidak hanya secara nasional tapi sudah meliputi internasional,” pungkas Deri.
Semoga.


Tag :Sawahlunto World Heritage