HOME EKONOMI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • 02-February-2019
  •  
  • 14:58:42
  •  

Sejak Kapal Asing dilarang Membeli Langsung pada Pembudidaya Ikan Kerapu, Harga Anjlok

Bupati Yudas Sabaggalet menyerahkan bibit ikan kerapu kepada masyarakat

Sikakap (Minangsatu) — Sejak dilarangnya kapal asing membeli langsung ikan kepada pembudidaya ikan kerapu di Sikakap, harga jadi anjlok. Saat panen, para pembudidaya terpaksa menjual dengan harga rendah. Padahal potensi pengembangan pembudidayaan ikan kerapu ini masih berpeluang dikembangkan.

Kondisi itu disampaikan oleh Camat Sikakap Frans Sakeletuk kepada wartawan, usai melaksanakan Musrenbang Tingkat Kecamatan Sikakap, di wilayah setempat baru-baru ini, ia menyebutkan kondisi tersebut sudah terbilang cukup lama semenjak ada aturan kementerian Kelautan dan Perikanan yang tidak memperbolehkan kapal Hongkong masuk ke wilayah itu. 

"Kalau potensi pengembangan ikan kerapu di Sikakap sangat besar, namun sekarang yang dikeluhkan itu tempat pembuangannya lagi, lalu sekarang upaya kita menyampaikan kepada instansi terkait untuk mencari solusi terbaik," tuturnya. 

Sementara itu dukungan dari pemerintah setempat terkait pengembangan ikan kerapu memang tak pernah berhentim Buktinya baru-baru ini, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan 4 ribu bibit ikan kerapu jenis macan kepada dua kelompok budidaya ikan kerapu di Sikakap. 

Saat menyerahkan bantuan tersebut ia menyampaikan pesan kepada para penerima bantuan agar bibit tersebut dipelihara dan dikembangkan, sehingga kedepan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. 

"Ini bantuan harus dikembangkan, jangan setelah panen berhenti, terus kembang budidaya ini, karena sekarang Sikakap ini sudah menjadi Sentra Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) tentu kedepan akan dikembangkan lagi," katanya kepada penerima bantuan, Kamis lalu (31/1) di Balai Benih Ikan Pantai (BPIP) Kecamatan Sikakap. 

Terpisah Plt Kepala Dinas Perikanan Mentawai Edi Sukarni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/2), membenarkan keluhan kelompok budidaya ikan kerapu di Sikakap yaitu tidak adanya lagi kapal yang memuat hasil panen, dimana sebelum ada aturan kementerian memang ada kapal asing dari Hongkong yang menampung langsung ikan-ikan tersebut dengan harga jauh lebih mahal. 

"Kalau sekarang ikan kerapu jenis macan saja harganya hanya mencapi Rp 90 —100 ribu/ kg, ini dijual di luar Mentawai, tetap harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan saat ada kapal Hongkong yang datang membeli ikan-ikan  langsung, kemudian kita berharap ada kebijakan pemerintah, ikan-ikan masyarakat kecil ini dibelilah langsung kesini dengan kapal pengangkut ikan hidup," tuturnya. 

Sementara Dinas Perikanan setempat baru bisa memproduksi Ikan kerapu jenis macan di BBIP Sikakap, sedangkan jenis kerapu lainnya seperti cantang dan cantik belum bisa diproduksi karena Dinas terkait belum memiliki alat penyimpanan sperma ikan-ikan tersebut. 

"Sekarang baru ikan kerapu jenis macan yang bisa kita produksi, sementara cantang dan cantik yang sekarang harga ikan ini menurut informasi naik, kita belum punya tabung penyimpan sperma ikan tadi, ke depan upaya kita," pungkasnya. (rd) 


Tag :Mentawai, ikan kerapu, harga anjlok  


Nama
Email
Komentar