HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Jumat, 29 Maret 2019
Saribu Rumah Gadang, Sejuta Harapan

Bariang Rao-Rao (Minangsatu) – Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) belakangan ini menjadi semakin viral. Rumah Gadang yang berjejer ratusan banyaknya, dengan gonjong atapnya yang khas Minangkabau, tentu membuatnya fenomenal. Apalagi tatkala gonjong-gonjong yang megah itu dipotret dari atas, yang terlihat adalah seperti tangan-tangan yang menggapai langit. Seperti pesan saja layaknya, gonjong-gonjong yang banyak itu, seperti sedang menggapai cita-cita, meraih kejayaan. 

Sebenarnya, di kawasan SRG yang terletak di Jorong Bariang Rao-Rao, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan ini jumlah rumah gadang yang tercatat hanya sekitar 138 unit. Tetapi kalau dihitung keseluruhan di Nagari Koto Baru, memang jumlahnya mencapai seribu unit!

Maka, julukan Seribu Rumah Gadang yang disematkan, tentu tidak isapan jempol semata, melainkan adalah fakta yang spektakuler. Ya, spektakuler lantaran rumah gadang itu sudah ada di sana sejak empat abad yang lalu. Rata-rata rumah gadang di kawasan SRG ini dibangun pada trahun 1700 an. 

SRG yang saat ini menjadi ikon pariwisata Solok Selatan, mulai populer di kancah nasional sejak sepuluh tahun terakhir. Puncaknya, pada tahun 2017, kawasan SRG mendapat prediket sebagai “Kampung Adat Terpopuler” hasil penilaian Kementerian Pariwisata. Dan, pada Ferbuari 2018, saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian PUPR untuk melakukan revitalisasi atas kawasan SRG. 

Berbarengan dengan revitalisasi yang sedang berporses, Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) pun sudah menjadikan kawasan SRG sebagai jualannya. “Kawasan Saribu Rumah Gadang termasuk destinasi yang selalu kita promosikan, di manapun kegiatan promosi, sosialisasi ataupun kegiatan kepariwisataan lainnya diadakan,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Taufik Ramadan. 

Selain itu, ujar Taufik Ramadan, Dinas Pariwisata Sumbar pun mendukung dengan program-program, supaya kawasan SRG semakin mengkilap dalam kacamatan dunia pelancongan. “Tentu saja mengkoordinasikan program revitalisasi, menyelaraskan dengan pembangunan kepariwsataan Sumbar pada umumnya, dan merangkaikan dalam upaya promosi pariwisata Sumbar secara keseluruhan,” tukuk Taufik Ramadan. 

Tentang konsep kawasan SRG sebagai salah satu destinasi wisata Sumbar, Kepala Dinas Pariwisata Solok Selatan Harri Trisna mengatakan bahwa SRG merupakan kawasan  cagar budaya berbasis wisata dengan objek rumah gadang. Ia berharap kawasan SRG akan menjadi ikon wisata Sumatera Barat, “Saat ini ikon pariwisata Sumbar masih didominasi oleh Bukittinggi dengan Jam Gadang yang dibuat oleh Belanda, sedangkan rumah gadang dibuat oleh nenek moyang kita orang Minangkabau. Di dalam kawasan SRG nantinya akan disuguhi dengan peninggalan-peninggalan tradisional Minangkabau, mulai dari pakaian, benda-benda, kuliner-kuliner  tradisi dan lain-lainnya yang bersifat tradisional Minangkabau,” ujar Harri Trisna. 

Untuk itu, sarana dan prasarana terus dikembangkan. “Sekarang untuk sampai ke dalam kawasan sudah bisa langsung menikmatinya, permasalahan jalan dari Padang menuju lokasi tidak ada kendala,” ucapnya. 

Berkenaan dengan revitalisasi, sebagaimana diperintahkan Presiden Jokowi pada Ferbuari 2018 lalu, Harri Trisna mengatakan kegiatan itu akan selesai pada tahun 2019 ini. “Revitalisasi dalam proses tender dan harus selesai dalam tahun 2019,” tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, jumlah rumah gadang di kawasan SRG mencapai 138 unit, namun kata Harri Trisna, untuk tahun 2019, hanya 33 rumah gadang yang akan direvitalisasi. “Hanya 33 rumah gadang yang direvitalisasi sesuai hasil survey dari Kementerian PUPR,” imbuhnya. 

Meskipun proses revitalisasi dan upaya pengembangan kawasan SRG terus dilakukan. Namun, tukuk Harri Trisna, dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, dampak ekonomi pada masyarakat sudah dirasakan. “Jumlah wisatawan selalu meningkat terbukti dengan tumbuhnya perekonomian di dalam kawasan seperti homestay, toko souvenir, dan lain-lain,” pungkasnya. 

Tentu masih banyak yang perlu dibenahi, sehingga kawasan SRG bisa menjadi ikon baru pariwisata Sumbar. Tetapi, setidaknya progres yang ada sudah menunjukkan, betapa kawasan Saribu Rumah Gadang mengandung sejuta harapan untuk kemakmuran dan kemaslahatan masyarakat setempat. Insya Allah.


Wartawan : sc
Editor : boing

Tag :wisata alam solok selatan