HOME PARIWISATA KOTA SOLOK

  • 11-December-2018
  •  
  • 06:41:56
  •  

Pulau Belibis, Greget Objek Wisata yang Semakin Menggoda

Naik Kuda, wahana bermain di pulau Belibis Kota Solok

KOTA SOLOK - Kepak sayap fauna betubuh kecil itu nyaris tak terdengar. Melintas di permukaan telaga, bergerombolan. Kemudian menukik di semak belukar, di seberang air kolam. Indah nian bagi mereka yang pertama melihat burung berbulu abu-abu kehitaman itu. Sejak kala, jenis burung unik berkembang dalam sebuah  ekosistim yang sunyi.

Burung Belibis, merupakan jenis fauna endemik yang semakin unik karena sudah jarang ditemukan. Tetapi justru menjadi inspirasi bagi pemerintah kota Solok untuk mengabadikan sebuah kawasan   di Ampang Kualo dengan sebutan Pulau Belibis

Sejarah yang bersumber dari cerita mulut ke mulut mencatat, awal mula kawasan wisata Pulau Belibis ini memang karena banyak didatangi oleh  Burung Belibis. Seiring bergesernya waktu, populasi  burung langka  tersebut beransur-ansur hilang dan sampai saat ini tak pernah kembali.
Masyarakat  tidak mengetahui secara pasti penyebab punahnya burung langka ini. Dugaan lebib kuat karena fsktor karakteristik burung ini yang tidak menyukai keramaian.

Oleh warga setempat kemudian daerah itu mereka sebut dengan Pulau Belibis, maksudnya mungkin agar ikon daerah ini tidak hilang atau bisa jadi  sebagai pengingat kalau di tempat itu dahulunya pernah didiami burung Belibis.

" Dahulu waktu saya kecil, disini memang banyak burung Belibis. Kami sering melihat  bertengger disebelah timur telaga ini", jelas Adi (45 tahun), penduduk setempat.

Genangan air yang mengelilingi  sebidang tanah berukuran sekitar 35 meter persegi, layaknya sebuah pulau. Konon, air telaga bersumber dari beberapa saluran air kecil dari perbukitan yang mengelilinginya, kemudian mengisi ruang diantaran bagian yang rendah  hingga membentuk  sebuah telaga kecil. Dengan tekstrur tanah yang indah itu, maka untuk bisa menginjakkan kaki dipulau kecil ini, pengunjung harus melewati sebuah jembatan gantung dengan panjang lebih kurang 5 meter dengan lebar 1 meter.

Kini dan masa yang akan datang, sebagai sebuah objek wisata menarik di Kota Beras Serambi Madinah, pulau Belibis tak ayal menjadi  primadona objek rekreasi. Berada di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, akses ke pulau Belibis relatif mudah,  membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menempuh jarak sekirar 2 KM dari jantung  Pemerintahan Kota Solok.

Ada dua  jalur alternatif yang bisa ditempuh untuk sampai ke lokasi wisata Pulau Belibis. Pertama dari arah pasar raya menuju ke Selatan melewati depan rumah dinas Wakil Walikota Solok hingga melintas ke Kampung Jawa. Kedua bisa menelusuri jalan  raya Solok Bukittinggi dan sesampai di persimpangan depan Markas Kodim 0309, pengunjung harus memilih jalan lurus melewati jembatan Banda Panduang dikelurahan Tanah Garam.

Pada kedua rute  tersebut memang akan ditemui jalan yang menanjak. Karena lokasi wisata ini memang berada diketinggian. Lantaran dilokasi yang tinggi tentunya sudah terbayangkan suasana disana yang berhawa sejuk, sedikit lembab dan nyaman.

Keelokkan Pulau Belibis memang sudah terlihat dan dirasakan sejak awal, Bahkan salah seorang Musisi Minang sempat menuangkan keelokan objek wisata ini lewat sebuah lagu yang berjudul "Pulau Belibis" untuk mengambarkan tentang pesona dan keindahan pulau yang kemudian berkembang menjadi taman rekreasi ini.

Objek wisata Pulau Belibis memang mempunyai daya tarik tersendiri, baik dari segi lokasi, keindahan alamnya,  wahana permainan maupun fasilitas pendukung.

Kunjungan Meningkat

Dengan mengandalkan keindahan alam, objek wisata Pulau Belibis menyediakan suasana  yang masih asri, berhawa sejuk. Dipenuhi pepohonan  rindang dan ramah lingkungan, Pulau Belibis hari ini semakin dilengkap fasilitas bermain yang nyaris mendekati sempurna

 Pemerintah Kota Solok secara berangsur terus membenahi objek wisata ini. Pembenahan infrastruktur terus dikejar untk menjadikannya sebagai objek wisata terkemuka. Bahkan dalam mengimplementasikan visi dan misi Kota Beras Serambi Madinah yang dikembangkan Walikota-Wakil Walikota Solok,  Zul Elfian dan Reinier,  area pula Belibis dilengkapi dengan  fasilitas pariwisata,  mulai dari ketersediaan lahan parker yang lapang, MCK, gazebo, pesangrahan, kios makanan dan wahana bermain lainnya.

Berbagai inovasi dan pembenahan terus di dilakukan guna menarik minat kunjungan untuk berwisata kesini. Dampaknya, dalam rentang dua tahun belakangan, jumlah kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kota Solok, dalam periode  bulan Januari hingga  Juni 2018 saja,  tercatat tingkat kunjungan sebanyak 25514 wisatawan yang menikmati suasana  objek wisata ini. “ Rata-ratanya kedatangan wisatawan  dipengaruhi oleh keindahan alam dan fasilitas yang dimiliki,” tutur salah seorang pengunjung yang mengaku berasal dari Sijunjung, Rina (24)

Disamping perawatan lokasi, berbagai fasilitas penunjangpun terus disediakan pengelolanya dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Kota Solok, sehingga membuat  objek wisata ini menjadi istimewa dimata para pengunjungnya.

Sebagai destinasi wisata alam,  pengunjung yang datang ke Pulau Belibis  disuguhi dengan suasana alam yang damai nyaman, asri dengan pemandangan hamparan air telaga yang tenang dengan dibalut hijaunya perbukitan disekitarnya, menjadi hamparan indah untuk memanjakan mata. Disamping itu objek wisata ini juga memiliki fasilitas pendukung lengkap untuk menanbah kebahagian pengunjung, seperti wahana bermain anak, wahana bersantai hingga wahana hiburan.
Makanya tak jarang para pengunjung yang datang ke objek wisata ini kebanyakan membawa serta keluarganya.
Seperti yang dilakukan Desi (35 tahun), salah seorang pengunjung asal Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Ia beserta suami dan dua anaknya terlihat begitu menikmati suasana alam diobjek wisata tersebut. Desi sengaja membawa sebuah tikar kecil yang dihamparkannya dalam sebuah Gazebo yang berada persis di pinggir telaga. Terlihat semua keluarganya duduk disitu. Sesekali tawa renyah terdengar saat mereka menikmati makanan ringan yang dibelinya pada sebuah kios yang ada dilokasi.

Desi mengakui kedatangannya ke objek wisata ini adalah untuk kesekian kalinya. “ Ya, sudah sering datang kesini, dulu belum ada gazebonya. Sekarang tambah asyik saja, betah disini apalagi sama keluarga",jelasnya, Minggu lalu.

Pengunjung lainnya, Anto  (45 tahun), asal daerah Padang mengatakan sangat senang berada di objek wisata ini, dilokasi ini banyak hiburannya, bahkan anak bungsunya yang masih kelas 1 Sekolah Dasar itu sempat menjajal enaknya naik kuda dengan rute sekeliling pulau, " Tidak terlihat kesan takut sama sekali saat ia naik kuda itu, bahkan ketawa-ketawa lantaran senangnya", jelas anto.

Ditambahkan anto, wanaha hiburan tersebut cukup aman, karena ada pemandunya yang selalu mengikuti pergerakan kuda, disamping itu untuk satu kali atraksi naik kuda ini kita hanya membayarnya sebesar Rp. 10.000 saja, itu cukup murah.

Dilokasi ini, wisatawan yang umumnya dari kalangan keluarga kecil dan remaja,  memanfaatkan berbagai macam wahana permainan yang aman dan nyaman. Fasilitas ini cocok digunakan untuk semua kalangan umur, seperti wahana balon udara, wahana perahu itik kayuh, wahana berkuda, wahana road race untuk anak-anak dan masih banyak lagi. Bahkan bagi yang hobby memancing dan  Flying Fox juga tersedia disini.

Setentang arena memancing, yang terbayangkan tentu sebuah lokasi pancing yang sudah ditata sedemikian rupa, sehingga para pemancing dapat menyalurkan hobbynya dengan sempurna. Tepat sekali! Sebagai instrument pendukung, objek Wisata Pulau Belibis  tersedia kolam pancing seluas 20 meter yang sudah dilengkapi dengan pondok-pondok tempat duduk.

Bagi para  pemancing disekeliling tepian kolam, sehingga para pemancing dapat memilih lokasi tempat duduk yang diyakininya bisa menangkap ikan dalam jumlah yang banyak, bahkan tak jarang dikolam pancing itu sering diadakan lomba memancing ikan yang bisa diikuti oleh mereka yang hobby.

Peminat pancing Ikan biasanya  berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera Barat, karena disamping diperlombakan secara profesional, hadiah yang disediakan oleh panitianya sangat beragam, bahkan bisa berupa  mobil dan kendaraan motor. .

" Saya sering tiap minggu memancing disini, lokasinya bagus, terawat dan nyaman, kadang saya bisa seharian memancingnya, mulai jam 8 pagi bisa sampai jam 4 sorenya", jelas   Yudi, salah seorang warga yang memiliki hobby memancing.

Sisi utara pulau Belibis ini terdapat seutas tali untuk Flying Fox yang sangat panjang membelah telaga hingga ke sisi bukit disebelah utaranya, bukit itu adalah sebuah taman bermain juga, akan tetapi lebih banyak digunakan sebagai tempat berkemah atau camping ground, mungkin selama ini kebanyakan yang memamfaatkan lokasi itu anak-anak pramuka, makanya lekat sudah namanya sebagai taman pramuka.

Taman Pramuka ini merupakan bagian yang tidak terpisakan dari objek wisata Pulau Belibis, karena lokasinya masih dalam satu kesatuan dari ruang lingkup objek wisata Pulau Balibis ini,  akan tetapi lantaran belum adanya sarana penghubung yang menyatukan ke dua lokasi ini maka Taman Pramuka seakan menjadi bagian yang terpisahkan dari lokasi Pulau Belibis,
Menurut Fauzi, selaku Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Kota Solok, saat ini Taman Pramukapun terus dibenahi, seperti penambahan lampu-lampu hias, lokasi swa photo dan bangku-bangku taman, sehingga pengunjung bisa memamfaatkannya saat berkunjung ke Taman Pramuka itu." Saat ini kita mengupayakan membuat sebuah jalan penghubung dipinggir telaga, agar pengunjung dari sini bisa ke Taman Pramuka yang disana", jelas Fauzi.

Meningkatnya jumlah pengunjung dalam 2 tahun belakangan ini  tentu saja tidak terlepas dari sarana dan prasarana serta promosi yang dilakukan.

Menurut Fauzi, Saat ini bentuk promosi yang kita lakukan berupa penyebaran brosur dan promosi melalui berbagai media termasuk media sosial. " Kadang ada promosi juga yang dilakukan pengunjung, hasil swa photo yang mereka bagikan kepada teman-temannya lewat medsos bisa juga menjadi salah satu penarik pengunjung untuk datang kesini", jelas Fauzi.

Dikatakan Fauzi lagi, saat ini sudah cukup banyak tersedia  lokasi yang dapat dimamfaatkan pengunjung untuk berswa photo guna mengabadikan moment mereka di lokasi objek wisata ini, salah satunya seperti adanya Balon Udara, Dermaga Mini dan sebagainya.

Bahkan jelas Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata kota Solok ini, ditelaga saat ini yang sebelumnya hanya berupa kolam air saja, saat ini sudah diisi dengan ikan dan  nantinya pengunjung dapat berwisata sambil melihat ikan didalam telaga, bahkan juga bisa memberi makannya karena kita juga menyediakan kios untuk hal itu, bahkan kedepannya jelas Fauzi, pembenahan objek wisata ini akan lebih banyak lagi, seperti pembuatan taman bunga, perluasan lahan parkir, hingga pembuatan air mancur menari, kolam anak dan lain-lain.

Selain itu Dinas Pariwata Kota Solok juga akan berupaya mengembalikan Ikon objek wisata ini yaitu berupa Burung Belibis dan saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan pihak pusat Studi Biologi unand, karena menurut kajiannya Burung Belibis liar itu memang tidak bisa beradaptasi dengan daerah ramai penduduknya." Kalau berharap belibis untuk datang ke lokasi rasanya tidak mungkin, namun kita sedang menjajaki kerjasama  penangkarannya untuk membudidayakannya ", jelasnya.

Dilihat dari jumlah usianya, Pengunjung yang datangpun cukup beragam serta beragam kriteria, ada yang datang dengan membawa serta keluarga kecilnya, ada dengan keluarga besar bahkan ada jua dengan seorang pasangannya.

 Tujuan datangnyapun beragam pula, ada yang sengaja berlibur, ada tujuan untuk reunia dan ada juga sekedar berbagi kasih dengan pasangan dengan bersantai2 tempat-tempat duduk batu yang telah disediakan dipulau belibis itu.

Bagi yang datang untuk tujuan berwisata sambil berreuni dengan keluarga, karib dan sahabatnya juga tersedia fasilitas lesehan dengan luas lebih kurang  8x8 meter persegi yang berlantaikan marmer merah. Biasanya yang ingin reunian serta kegiatan pertemuan mereka selalu memamfaatkan tempat tersebut.

"Kadang di lokasi ini sering diadakan pertemuan-pertemuan oleh beberapa kelompok masyarakat, seperti mahasiswa, alumni-alumni SMA, bahkan murid-murid sekolah taman kanak-kanak bersama  guru-guru mereka", jelas Fauzi.

Faktor kebersihan dan keamanan juga sangat diproritaskan dilokasi ini, sehingga pengunjung merasa betah berlama-lama di tempat ini. Untuk tetap menjaga kebersihan lokasi panitia telah melengkapinya dengan beberapa tong sampah, sehingga sampah bekas pakai pengunjung bisa langsung dibuang ke tong sampah itu.

Namun kurang lengkap rasanya kalau disebuah lokasi wisata tampa ada rumah makan atau warung tempat berbelanja, jangan khawatir, didalam lokasi itu semua sudah tersedia, mulai dari restoean maupun kedai-kedai yang menjajakan makanan siap saji, sepertu bakso, sate, lontong dan sebagainya, bahkan untuk cemilan anak-anakpun tersedia dilokasi ini, jadi bagi pengunjung yang tidak sempat membawa makanan dari rumah tidak perlu khawatir kelaparan dilokasi ini.

Lantas bagaimana cara datang kelokasi ini dan seperti apa lahan parkir yang disediakan apabila pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi?

Jangan khawatir, lahan parkir di lokasi ini sangat luas dan bisa menanpung kendaraan roda empat dan roda dua. Disamping itu pihak pengelola parkirnyapun siap menjaga kendaraan pengunjung dengan seksama.

Biaya parkir kendaraanpun cukup  murah dimana untuk kendaraan roda empat dipungut sebesar 5 ribu rupiah dan kendaraan roda dua sebesar dua ribu rupiah saja, itupun tampa memakai batas waktu, sehingga sipemilik kendaraan bisa menikmati sepuasnya suasana dilokasi wisata ini.

Kapan sih waktu yang tepat untuk berkunjung ke lokasi ini? Apa yang harus dipersiapkan sebelum mendatangi tempat ini?


Pengunjung bisa memilih waktu yang tepat untuk berwisata ke tempat ini, apakah pagi hari, siang hari saja, atau mungkin disore harinya, tapi untuk yang ingin datang pada sore hari harus siap dengan keterbatasan waktu kunjungannya, karena pada malam hari, praktis lokasi ini sudah tidak ada lagi aktifitasnya. Akan tetapi kebanyakan pengunjung datang dihari-hari libur, libur sekolah, lebaran, tahu  baru dan hari-hari libur lainnya.

Namun demikian, dihari-hari biasapun masih banyak yang berkunjung kelokasi ini." Kalau ramai itu biasanya dihari libur, tapi dihari biasanya juga ada", ungkap roni, salah seorang petugas parkir di objek wisata ini.

Lantas persiapan apa saja yang mesti dilakukan? Tidak ribet amat kok, pengunjung cukup membayar retribusi masuk sebesar Rp. 2000 dan uang parkir kendaraan jika membawa kendaraan sendiri. Bagi yang ingin membawa keluarga tentu persiapannya akan lebih banyak, seperti tikar, seandainya ingin menikmati sejuknya udara dibawah rindangnya pohon jambu biji, atau bersantai di dalam Gazebo, atau ingin di alam lepas dipinggir telaga.

Nah, sepertinya objek Wisata Pulaui belibis ini memang harus dikunjungi, namun demikian  disamping mempunyai kelebihan sudah tentu masih ada kekurangan, salah satunya belum tersedianya unit transportasi umum yang khusus kelokasi, sehingga masyarakat yang datang ke objek wisata ini harus memakai kendaraan pribadi.

Kalau dapat untuk ke sini ada kendaraan khususnya, seperti ongkot atau yang lebih spesialnya mungkin bisa bendi", jelas Isaf, salah seorang pengunjung yang datang dengan menggunakan motor roda duanya.

Hal yang sama juga disampaikan Sukar salah seorang pengunjung lainnya yang mengatakan sebaiknya ada trayek khusus ke objek wisata Pulau Belibis ini." Dahulu setiap ada pacuan kuda, pulau belibis otomatis juga ramai, saat itu ada kendaraan nya", jelasnya.
Haraan terbesar dari pengmebangan objek wisata Pulau Belibis, tentu, ke depan pemerintah kota Solok akan semakin melengkapi fasilitas dengan tingkat perawatan yang teratur. Dengan pengelolaan yang modern, tingkat kunjungan pulau Belibis akan semakin tinggi. Karena tolak ukurTolak ukur maju mundurnya sebuah objek wisata tentunya bisa terlihat dari jumlah kunjungan. Semakin banyak pengunjung maka semakin baik objek wisata tersebut yang tentunya akan semakin berdampak pula dalam  meningkatkan perekonomian terutama untuk masyarakat yang berada di sekitaran objek wisata tersebut.

 (Garnadi)

 


Tag :#Pulau Belibis #Kota Solok  


Nama
Email
Komentar