HOME WEBTORIAL KABUPATEN PASAMAN BARAT


  • Senin, 27 April 2020
Pekerjaan D.I Batang Bayang Memasuki Tahap Finishing

PASAMAN BARAT (Minangsatu) - PT. Adhi Karya KSO Indo Bangun Group, Endro Marcahyono mengatakan, pekerjaan D.I Batang Bayang di Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang sudah melalui tahap finishing, pada tanggal 18 April 2020 pekerjaan telah mencapai progres Volume 99,60%.

"Benar, Volume nya pada tanggal 18 April 2020 sudah mencapai 99,60%  dan hari yang terpakai dalam pekerjaan  baru 912 hari sedangkan waktu yang disediakan oleh PU adalah 985 hari," ucapnya kepada awak media, Sabtu (25/04).

Endro Marcahyono menyebut, total keseluruhan saluran sepanjang 5,9 Km, itu terdiri dari terdiri saluran suplesi sepanjang 4,8 km dan untuk saluran induk batang bayang sepanjang 1,1 Kilo meter.

"Sedangkan panjang jalan inspeksi beton ada sekitar lebih kurangnya 4,9 Km, fasilitas umum yang dibangun diantaranya gedung pertemuan (Balai room), musholla, rumah jaga, taman-taman yang dilengkapi dengan gazebo dan bangunan penunjang berfoto untuk pengunjung telah selesai di bangun," ucapnya.

Diketahui, proyek senilai Rp 270.183.300.000, miliar yang bersumber dari dana APBN itu baru akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dengan masa pekerjaan multiyears hingga dapat mengukir sejarah karena telah terselesaikan sebelum jatuh tempo kontrak berakhir.

Dan itu dikerjakan duet kontraktor pelaksana PT.Adhi Karya KSO Indo Bangun Group yang telah bekerja secara maksimal mulai dari Ground breaking pada tanggal 27 Maret 2018 oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Provinsi Sumbar, Maryadi Utama.

Saat Ground Breaking Maryadi Utama mengatakan, Proyek Pembangunan DI Batang Bayang di Nagari Ujung Gading ini dibangun guna mengairi areal persawahan seluas 6.500 hektar yang berada di sepanjang aliran sungai Batang Bayang.

Kemudian, Tim Leader Konsultan Supervisi PT. Wiratman JO Mitratama Asia Pasifik (MAP) M Rizal pernah menyebutkan, kontruksi pembangunan D.I Batang Bayang adalah beton bertulang dengan lebar bendungan 50 Meter.

Dikatakan, secara ilmu teknik kontruksi Bendungan itu berusia mencapai 100 Tahun. Bangunan di D.I batang bayang sengaja menggunakan konsep rumah gadang bagonjong sebagai ciri khas Daerah Sumatera Barat.

Sementara, keluarga Rizal yang lahan perkebunannya terdampak di lalui saluran suplesi mengatakan pembangunan D.I Batang Bayang sangat bermanfaat bagi warga lembah melintang terutama bagi dirinya.

"Bagaimana tidak, lahan kami nantinya akan bernilai jual tinggi sebab, akses transportasi pun sudah sampai kesana karena ada jalan di samping saluran suplesi," ucapnya.

Ketika awak media menanyakan persoalan ganti untung lahannya yang di lalui saluran suplesi itu, Rizal menyebut telah lama di selesaikan pihak kontraktor.

"Kalo ganti ruginya sudah lama selesai, orang bilang istilahnya ganti untungkan," sebutnya sembari ketawa.

Pihaknya berharap pembangunan D.I Batang Bayang itu berkelanjutan sebab benar- benar dapat rasakan manfaatnya bagi warga terutama untuk lahan persawahan.


Wartawan : Afratama
Editor : boing

Tag :#PasamanBarat#Bendungan#BatangBayang