HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN SOLOK

  • 26-January-2017
  •  
  • 22:00:54
  •  

PT. Hitay Serius Garap Panas Bumi  Bukit Kili-Gunung Talang 

Rapat Persiapan Pengerjaan pegeboran Geothermal Bukitkili Gunung Talang

AROSUKA (Minangsatu) - Potensi panas bumi di daerah Kabupaten Solok bakal direkayasa menjadi energi terbarukan jenis geothermal. Sumber daya mineral ini sekaligus memberi harapan untuk distribusi energi listrik bagi masyarakat daerah penghasil beras ini. Bahkan, jika rencana perusahaan pengembang energi yang berminat berinvestasi berjalan dengan baik, kelak selain akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal.

Hal itu dipaparkan Project Manager PT Hitay Daya Energi, Novianto ketika menggelar pertemuan dalam agenda persiapan pengembangan panas bumi Gunung Talang-Bukitkili dengan Wakil Bupati Solok, Sekda dan sejumlah Kepala OPD diruangan Danau Diatas, Kantor Bupati Solok, Rabu, (25/1).

Novianto mengatakan, dari hasil survei, kawasan Gunung Talang Bukit Kili memiliki potensi panas bumi sekitar 66 Mwe. Namun, dari hasil penelitian, potensi panas bumi dikawasan tersebut justru mencapai 90 90 Mwe. Jika potensi itu berhasil diwujudkan, akan mampu memberikan penerangan listrik untuk seluruh rumah di Kabupaten Solok.

"Ini potensi besar yang tidak saja untuk masyarakat Kabupaten Solok. Tapi, bisa dijual ke daerah lain," sebutnya di hadapan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin.

Novianto mengatakan, pihaknya dipercaya untuk melakukan pengeboran terhadap panas bumi di Gunung Talang dan Bukit Kili. Setidaknya, untuk tahap awal, perusahaan milik investor asal Turki akan melakukan pengeboran untuk 20 Mwe panas bumi dengan nilai investasi mencapai 1 juta US Dollar atau setara Rp1 triliun. "20 Mwe ini setara dengan kemampuan listrik menerangi 20 ribu unit rumah penduduk," kata 

Novianto seraya mempresentasikan program pengeboran akan dilangsungkan awal Januari 2018 mendatang.

Terkait masalah sebagian lokasi panas bumi berada dikawasan hutan lindung, Novianto meyakinkan, jika energi panas bumi bukan pengembangan pertambangan. Kegiatan geothermal merupakan aktifitas ramah lingkungan tanpa merusak kawasan hutan. 

Namum demikian pihaknya tetap akan melakukan pengurusan izin danmenyiapkan dokumen untum kawasan hutan lindung. Publik Relation (Humas) PT. Hitay Daya Energi sebagai perusahaan yang memenangkan tender ini, Zulhendri, memastikan selambatnya  bulan Juli 2017 mendatang sudah selesai izinnya ." Sambil berjalan kita siapkan dokumen perizinan," sambung Zulhendri.

Plt Sekda Kabupaten Solok, Edisar mengatakan, selain potensi pertanian dan pariwisata, beberapa titik di Kabupaten Solok memiliki potensi energi panas bumi dan tidak saja di kawasan Gunungtalang-Bukitkili. "Kita ada blok Sumani, Surian yang juga memilik panas bumi menjanjikan," sebut Edisar.

Pihaknya mengaku yakin, cita-cita mengembangkan potensi panas bumi ini segera terwujud, jika semua pihak mendukung dan serius dalam potensi ini. "Tidak ada yang tidak mungkin, ini kesempatan besar. Jangan sampai kita sia-siakan," paparnya.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin mengatakan, sumber daya alam merupakan salah satu modal pembangunan Nasional dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Muaranya tentu untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Daerah. "Ini harus segera terwujud, demi Daerah dan masyarakat Kabupaten Solok," kata Yulfadri optimis. 

[ Verizal Sarosa ]

 


Tag :#panasbumi  


Nama
Email
Komentar