HOME OLAHRAGA NASIONAL

  • Jumat, 26 Maret 2021
Pertina Gandeng MMA gelar Tinju dalam program terbaru Boxing Tourism
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Nasional (Pertina), Mayjen Purn Komarudin Simanjuntak

Jakarta (Minangsatu) - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Nasional (Pertina), Mayjen Purn Komarudin Simanjuntak, memaparkan program kerja Pertina dalam masa Pandemi Covid-19. 

Kegiatan tinju dengan kemasan yang berbeda dan protokol kesehatan yang ketat PPP membuat terobosan dengan menggandeng MMA (Mixed Martial Arts) bersinergi dengan Tinju dalam program terbaru Boxing Tourism.

Demikian paparan mantan Pangdam IX/ Udayana Pangdam Udayana ini saat hadir sebagai pemateri di Rakernas SIWO PWI di Hotel Pullman, Jln Thamrin Jakarta, Kamis (25/3).

“Kami ingin mengawali kembalinya tinju ditengah masyarakat dengan melakukan beberapa terobosan bersama MMA dalam menggelar program Boxing Tourism," ujarnya.

Purnawirawan bintang dua ini dengan penuh semangat sedikit mengurai sejarah tinju Indinesia yang sudah berjalan beberapa kali. Disebutkan sambil bernostalgia, pelaksanaan tinju di atas kapal tongkang di  Kalimantan Selatan, Tinju di Danau Toba dan di Mandalika NTB serta di Candi Borobudur Jawa Tengah.

Komarudin mengakui setelah menerima kunjungan pengurus Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Pusat, ia bertambah energi dan semangat lantaran diajak kembali menggelar Sarung Tinju Emas (STE).

“Ketika ditawarkan kerjasama dengan gagasan menggelar kembali STE, semangat saya berlipat ganda. Saya bilang sama pak Ketua dan Sekjen SIWO Pusat, saya sangat setuju, dan segera dirumuskan, karena Pertina dan SIWO PWI adalah keluarga yang harus terus bersinergi, mengingat dalam event STE, penggagasnya salah satunya adalah SIWO PWI,“ tambah sosok yang berkumis tebal ini.

Sinergi antara Pertina dan SIWO, baik di pusat sampai ke daerah tidak boleh berhenti.

STE diyakini akan menjadi katalisator perkembangan tinju Indonesia seperti pada masa kejayaannya dulu. STE memberikan iklim kompetisi yang sangat bagus dan memancing semua daerah kembali bergairah membina tinju amatir untuk dapat mengirimkan petinjunya dalam event bergengsi di Indonesia.

Tinju ini perlu pembinaan sejak usia dini. Jika terus dipancing dengan berbagai kejuaraan, maka akan tumbuh bibit muda yang berkualitas. Kegiatan yang rutin dan berkualitas, ditunjang pemberitaan dari media yang profesional, maka akan menumbuhkan kepercayaan diri para petinju Indonesia. Untuk mencari petinju yang handal itu sulit, namun jika melihat potensi anak muda berbadan kuat dan berpenampilan agak keras bisa diajak bergabung. 

Setidaknya dengan menggunakan sport science akan mempertimbangkan berbagai kekuatan melalui uji teknologi. Memang jalannya cukup panjang, tetapi akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

"Memulai pembinaan dari usia dini sangat baik dengan terus memantau perkembangan anak-anak usia muda untuk dikembangkan melalui program sport science," tambah Komarudin yang mempunyai cita-cita Satu Desa ada satu ring tinju.*


Wartawan : Saiful Husen
Editor : Benk123

Tag :#pertina