HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT

  • 11-January-2019
  •  
  • 14:18:30
  •  

PD Grafika Dorong RMM Mencari Solusi atas Masalah Minang Mart

Direktur Grafika,Dasril

Padang (Minangsatu) – Belum berhasil mewujudkan penguatan masyarakat untuk bisnis ritel melalui gerai Minang Mart, tidak membuat Ritel Modern Minang (RMM) yang digagas PD Grafika patah arang. Justru dari jatuh bangun bisnis, harus dicari solusi paling baik. Demikian kesimpulan wawancara Minangsatu dengan Dasril, Direktur Perusahaan daerah (PD) Grafika. 

Direktur PD Grafika Dasril mengakui bahwa perusahan pelat merah milik Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) itu mempunyai saham di perusahaan RMM. Kepada Minangsatu, Jumat (11/1), Dasril mengatakan hubungan dengan RMM murni bisnis, karena itu terhadap resiko dan proses bisnis harus diberlakukan mekanisme sebagaimana sebuah perusahaan terbuka. 

Namun, tukuk Dasril, terhadap masalah yang dihadapi RMM saat ini, dimana ada sejumlah gerai yang tutup, harus dipandang sebagai sebuah proses. “Penyebabnya tidak bisa digeneralisasi,” ujarnya sambil mengaku bahwa pihaknya telah menyurati RMM untuk mempertanyakan kinerja perusahaan itu. 
Dia menilai, dalam sebuah bisnis jamak saja terjadi naik turun. “Tetapi sebagai sebuah entitas bisnis, kita harus memberi ruang kepada RMM untuk mencari jalan,” katanya. 

Dasril berpendapat, setidaknya ada dua hal pokok yang harus menjadi perhatian RMM. Yakni apakah itu persoalan manajerial atau konsepsional? Karena itu, dia mendorong RMM untuk mencari model bisnis yang lebih menguntungkan. Termasuk konsep Minang Mart Ekspres (MME) yang sejak enam bulan lalu sudah dilakukan. 

Sebelumnya, (Kamis, 10/1), Dasril mengakui bahwa PD Grafika ikut menggagas berdirinya Minang Mart.  "Kita mensupport Minang Mart sebatas konsep bisnis,sedangkan secara teknis sepenuhnya di jalankan oleh Retail Moderen Minang (RMM),” jelas Dasril.

Terkait permasalahan teknis,terutama yang berhubungan dengan mitra bisnis, tentu yang lebih paham adalah pihak RMM.

"Kalau urusan bisnis secara teknis, kami di PD Grafika tidak bisa masuk ke ranah tersebut, akan tetapi apa yang dilakukan oleh RMM selama ini adalah proses bisnis yang memang ada konsekuensinya,” tutup Dasril.

Sementara itu, Direktur RMM Syaiful Bahri mengakui bahwa pada periode 2018 lalu memang banyak dari mitra RMM yang keluar dan berganti dengan nama yang lain, kondisi ini membuat nama Minang Mart semakin terpuruk.

"Kita mengakui bahwa periode 2018 banyak mitra kami yang rontok,tetapi ada juga yang tumbuh,kami akan tetap mempertahankan kan bisnis ini dengan konsep yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar Syaiful dengan optimis.

Adapun konsep baru itu adalah dibukanya Minang Mart Ekspres (MME). Konsep yang baru ini, jelas Syaiful, karena Minang Mart terus mempelajari selera pasar, oleh karena itu muncul ide untuk memanfaatkan lahan kosong yang nantinya akan disulap menjadi Minang Mart Ekspres (MME).

"Kecendrungan mengikuti selera pasar maka kami meluncurkan warung yang bisa memanfaatkan lahan yang relatif kecil, dengan memanfaatkan kontainer, Minang Mart Ekspres sudah bisa operasional,"ucap Syaiful. (sc)


Tag :Minang mart  


Nama
Email
Komentar