HOME SOSIAL BUDAYA KOTA BUKITINGGI

  • Rabu, 2 Juni 2021
MANAGEMEN RSOMH BUKITTINGGI ADAKAN SILATURAHMI DENGAN AWAK MEDIA
Silaturahmi Direktur RSOMH bersama wartawan di Bukittinggi

Bukittinggi (Minangsatu) - Direktur Utama Rumah Sakit Otak DR Drs Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi DR. dr. Alsen Arlan, Sp.B -KBD,M.A.R.S mengatakan, ingin publik tidak tinggal diam jika menemukan, mengalami, merasakan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik ke untuk melaporkab ke pihak manajemen.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Otak DR Drs Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi DR. dr. Alsen Arlan, Sp.B -KBD,M.A.R.S ketika silahturrahmi bersama puluhan wartawan di Aula Gedung D Lantai 5, Rabu (02/06/2021).

Dijelaskan, saat ini tidak ada lagi tenaga medis dokter, perawat dan karyawan rumah sakit  yang memiliki perilaku tidak baik dan tidak menyenangkan terhadap siapa pun, termasuk bagi insan pers. 

"Sekiranya ada indikasi yang dinilai  janggal dan salah dipersilahkan untuk melaporkan langsung ke pihak manajemen. Kami siap untuk menindaklanjuti jika ada indikasi seperti itu, namun kami dapat pastikan RSOMH wajib memberikan pelayanan terbaik baik dalam medis atau non medis," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Dirut RSOMH Alsen Arlan wartawan tetap dipersilahkan untuk datang ke tempat kami, karena insan pers bukan untuk ditakuti dan dijauhi, justru bersinergi untuk memberikan literasi dan edukasi tentang kesehatan.

RSOMH saat ini memiliki 142 tempat tidur dengan unit layanan utama dalam penanganan penyakit stroke di RSOMH   bukan hanya pasien yang tengah menjalani perawatan kesehatannya,  setiap orang yang berurusan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini wajib difasilitasi dengan baik. 

"Belum lama ini dilakukan pergantian nama Rumah Sakit Stroke Nasional (RSNN) Bukittinggi menjadi Rumah Sakit Otak DR Drs Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi agar insan Jurnalis memberikan informasi yang balance kepada publik kareana RS ini satu-satunya RS Otak yang ada di Sumbar milik Kementrian Kesehatan," kata Alsen.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Bukittinggi H Anasrul mengatakan pihaknya menyambut baik silaturahmi yang dilakukan RSOMH Bukittinggi terhadap tugas, fungsi dan peran media massa, sehingga silahturrahmi yang terjalin tetap mendasari posisi insan media sebagai sosial control, namun para wartawan dalam betugas ketika peliputan dan penulisan berita tetap mengacu pada aturan seperti Kode Etik Jurnalis dan Undang-Undang  Pers. 

Ditegaskan, awak media tidak diperbolehkan menyampaikan pemberitaan dengan tidak memiliki bukti atau dokumentasi sumber yang sah. Saat ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Bukittinggi mewadahi lebih 50 orang wartawan dari berbagai media massa, baik elektronik, cetak dan cyber.

"Kami para wartawan juga tetap diatur dengan regulasi dalam bekerja. Kami tidak serta merta langsung menulis berita  jika tidak memiliki data atau sumber, Kami siap mendukung RSOMH untuk memberikan edukasi dan literasi bagi masyarakat, jadi tidak hanya orang berobat ke RS, tapi ada upaya untuk mencegah seseorang menderita sakit, upaya penanganannya," ujarnya

Silahturrahmi Manajemen RSOMH Bukittinggi dengan PWI Kota Bukittinggi ini diakhiri dengan tanya jawab dan tetap menjaga Prokes covid 19.*


Wartawan : Anasrul
Editor : Benk123

Tag :#bukittinggi