HOME HUKRIM KABUPATEN SIJUNJUNG

  • 16-October-2018
  •  
  • 21:58:34
  •  

Kasus Korupsi di Sijunjung Sudah Dilimpahkan ke Tipikor Padang

Kasi Pidsus, Kejaksanaan Negeri Sijunjung, Willyamson, SH, menyerahkan tahanan Tipikor, Supriadi kepada petugas di Rutan kelas II B, Padang.

Sijunjung (Minangsatu) - Tersangka kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana retribusi di UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Sijunjung, Supriadi, S.ST, penahanannya sudah dipindahkan dari Rutan/LP Sijunjung, ke Rutan Kelas IIB, Padang. Bersamaan dengan tersangka, berkas kasus yang melilit Kepala UPTD ini juga sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang, Senin ( 15/10/2018)

Menurut Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sijunjung, Wiliyamson, S.H, di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018) ia bersama dua petugas Kejaksaan Sijunjung dan dikawal oleh anggota Polres setempat, IPTU Guzirwan, sekitar pukul 06.30,  Senin (15/10) bertolak ke Padang memindahkan tahanan Tipikor Supriadi, S.ST, dari Rutan Sijunjung ke Rutan Kelas II B Padang, Jln. By Pass, Anak Air Padang. Setiba di Rutan ini, Supriadi, diterima langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Moh. Setia Hadi.

Usai penyerahan tahanan, petugas Kejaksaan Sijunjung, langsung menuju Pengadilan Tipikor. Sekitar pukul 11.30, berkas perkara Supriadi, dilimpahkan dan diterima oleh Panmud Tipikor, Limson Simanjuntak, SH. MH. "Setelah tersangka dan berkas dilimpahkan, kita menunggu jadwal sidang dari Tipokor," terang Wiliyamson.

Dilimpahkannya berkas kasus dengan tersangka Supriadi ke Pengadilan Tipikor Sumbar, di Padang, setelah berkas tersangka dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Sijunjung, tertanggal 2 Oktober 2018. Sebelumnya, penahanan Supriadi sempat diperpanjang oleh penyidik di Lapas Klas II B, Muaro Sijunjung, selama 40 hari.

Berkas Supriadi dinyatakan lengkap setelah jaksa penyidik melakukan penyitaan barang bukti, kemudian pemeriksaan terhadap saksi ahli dari BPKP Sumbar, dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Dari aksi tersangka, kerugian negara yang timbulkan sekitar Rp 303 juta.

Saat menjalani proses penyidikan, Supriadi mencoba menganti atau mengembalikan kerugian negara sebanyak dua kali melalui rekening Bank Nagari, tertanggal 4 Mei 2018, Rp 70 juta dan 3 Oktober 2018 sebesar Rp.20 juta.  

Walaupun tersangka mengembalikan kerugian negara Rp 90 juta,  hal ini bukan alasan kasus tidak berlanjut. Pengembalian itu merupakan salah satu alasan untuk bisa meringankan hukumannya.

Dalam kasus ini Supriadi didakwa pasal primair melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman kurungan paling singkat 4 (empat) tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, dan minimal sedikit Rp.200 juta, paling banyak Rp.1 miliar.

Kemudian dipasal Subsidiair, pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999, dengan ancaman kurungan paling sedikit 1 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, kemudian denda paling sedikit Rp.50 juta, paling banyak Rp.1 miliar.  

 

(S. Caniago)


TEKS FOTO: Kasi Pidsus, Kejaksaan Negeri Sijunjung, Wiliyamson, SH, menyerahkan tahanan Tipikior Supriadi, ke petugas di Rutan kelas II B Padang


Tag :#KasusKorupsiDanaRetribusi#DilimpahkandariSijunjung#Padang#  


Nama
Email
Komentar