HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL

  • Sabtu, 12 Desember 2020
Jalur Rempah Nusantara Menuju UNESCO
Apresiasi karya budaya rempah Nusantara

Jakarta (Minangsatu)Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan meluncurkan secara resmi website Jalur Rempah dan menggelar Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara, suatu ajang penganugerahan penghargaan kepada para pemenang kompetisi visualisasi Jalur Rempah dalam bentuk poster, animasi dan komik pada tanggal 10 s.d 12. Desember 2020 di Hotel Aston Kartika Jakarta.

Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid mengatakan kebaharian Nusantara menjadi jejak sejarah dengan berkembangnya pelayaran dan perdagangan dipicu oleh komoditi unggulannya yakni rempah-rempah. Jejak tersebut yang membentuk Jalur Rempah, sebuah jalur abstrak tetapi nyata, di laut dan di darat.

“Jalur Rempah kini telah menjadi simpul peradaban bahari Nusantara, jalur kebudayaan dan peradaban yang bukan sekadar sebagai akses pertukaran niaga, tetapi juga membawa serta gagasan, pengetahuan, seni dan budaya di sepanjang rute perjalanan dari ujung paling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah, dan Eropa,” ujar Hilar Farid saat peluncuran website Jalur Rempah di perhelatan Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara di Jakarta.

Berangkat dari hal tersebut, Kemendikbud bersama Komite Jalur Rempah meluncurkan website Jalur Rempah, suatu platform digital yang tidak hanya dapat mempersatukan beragam gagasan, pemikiran, dan informasi, tetapi juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat Indonesia. “Pada kesempatan baik ini saya juga ingin menyampaikan Selamat Hari Nusantara yang jatuh pada tanggal 13 Desember mendatang, dimana tahun ini peringatan mengambil tema “Budaya Bahari Demi Peningkatan Ekonomi Era Digital,” ujarnya.

“Selamat dan penghargaan tinggi juga saya sampaikan kepada seluruh pemenang Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara. Semoga karya-karya yang kalian semua torehkan menjadi perangkat komunikasi Jalur Rempah yang kekinian dan strategis serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas,” imbuhnya.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Restu Gunawan mengatakan, website dapat menjadi media informasi yang kedepannya bisa dikembangkan sebagai platform digital bagi seluruh pemangku kepentingan terkait budaya rempah Nusantara. "Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud sebagai inisiator terbentuknya jejaring dan ekosistem budaya rempah Nusantara berharap website ini bisa menjadi media edukasi dan informasi yang memperkaya sekaligus memberikan inspirasi khususnya bagi generasi milenial untuk semakin mencintai budayanya, meneguhkan dan menguatkan jati diri bangsa," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi dan Kab/Kota terkait se-Indonesia dengan Ditjen Kebudayaan terkait hadir dengan peran daerah dalam mengangkat jalur rempah di daerahnya masing-masing. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dra. Hj. Gemala Ranti, M.Si. mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiataan jalur rempah ini, publikasi dan penanaman nilai-nilai sejarah, serta informasi yang ingin disampaikan melalui kegiatansudah selayaknya dimulai bagi anak-anak usia dini. "Sehingga mereka dapat mengenal lebih awal dan tentu keterlibatan orang tua menjadi peranan penting, menjaga dan melestarikan pengetahuan dan informasi ini sebagai salah satu kebanggaan bangsa ini di masa lalu dan tantangan untuk meraih kejayaan di masa depan. Untuk kedepannya, program-program terkait jalur rempah harus menjadi prioritas kita bersama termasuk Provinsi Sumatera Barat sendiri dengan 5 Kabupaten/Kota yang masuk dalam peta jalur rempah ini yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan. dan Kabupaten Dharmasraya. Keterlibatan Nagari/Kelurahan adalah sangat penting untuk lebih mengenalkan dan mengaplikasikan program ini di tengah tengah masyarakat kita."

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua termasuk juga Perguruan Tinggi,  swasta, media dan masyarakat dalam mengoptimalkan dan mengantarkan jalur rempah nusantara sampai ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan dunia pada Tahun 2024 nantinya. Insha Allah.

Turut diundang dalam acara tersebut Kepala Dinas Kebudayaan 23 Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia, UPTD Dirjen Kebudayaan se-Indonesia, para pemenang lomba komik, animasi, dan poster, serta media massa/elektronik.


Wartawan : Sabrina Fadilah Az-zahra
Editor : sindy

Tag :#RempahNusantara #Budaya #UNESCO