HOME PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT

  • 06-December-2018
  •  
  • 19:34:28
  •  

Insinyur Indonesia Jangan Takut Bersaing

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan saat meresmikian Dialog Nasional sejalan dengan Kongres Nasional Persatuan Insinyur Indonesia PII, ke 21, Kamis (6/12/2018) di Padang. (Foto : kiriman Zardi).

Padang (Minangsatu) - Wakil Presiden H. Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, dalam rangka membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI yang disejalankan dengan Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Kamis (6/12/2018).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan di hadapan para peserta kongres, bahwa para Insinyur Indonesia tidak perlu takut menghadapi Insinyur dari luar negeri karena tenaga Insinyur kita lebih pintar, buktinya justru Insinyur kita yang banyak dipakai di luar negeri.

"Kita harus bisa menjadi Insinyur yang profesional," tegas Wapres. 

Setiap kegiatan pembangunan Indonesia tidak lagi mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri, seperti pembangunan bandara. "Sejak masih zaman Sukarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit mengunakan tenaga insinyur asing," harap Wapres.

Wapres, juga menyatakankan prihatin terhadap banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia bekerja di negara tetangga.Sehingga tenaga insinyur kita di dalam negeri jadi berkurang.

Sementara Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya memberikan apresiasi penyelenggaraan kongres PII di Padang, karena ini bisa menjadi nilai tambah bagi SDM Sumbar. Dikatakan, saat ini di Sumbar masih kekurangan tenaga Insinyur, sekitar 50 tenaga di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pengelolaab Sumber Daya Air (PSDA).

Kekuranag tenaga insiyur ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, agar dalam penerimaan pegawai menambah kuota bagi tenaga insiyur di Sumatera Barat. 

Kita mengetahui daerah Sumatera Barat ini merupakan "Rawan Bencana" ada gempa, tsunami,  yang merupakan isu yang mengerikan bagi masyarakat Sumbar. Hal Ini juga diperkuat oleh analisis lima profesor/pakar gempa dari luar negeri yang mengatakan akan terjadi gempa 8,9 SR dengan gelombang setinggi  12 meter, sekitar 2,5 km kedaratan dengan kecepatan ombak 800 km/jam.

Walaupun demikian, sejumlah sektor masih tumbuh termasuk sektor pariwisata yang didukung oleh tersedianya masakan enak dari ranah Minang. Di pihak lain, pemerintah terus membina masyarakat untuk selalu siap siaga menghadapi kemungkinan.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan kepada para peserta Kongres PI agar menikmati keindahan wisata Sumatera Barat serta membeli oleh-oleh sebagai ungkapan rasa cinta keluarga. 

"Jangan merasa telah puas, sebelum singgah ke lokasi wisata dan menikmati aslinya makanan randang yang kelezatannya telah mendunia," ujar Nasrul Abit dalam satu pantun disambut dengan tepuk riuh perserta kongres PII. 

Pada laporan Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia) Dr. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc, IPU, mengatakan PII ini sudah berjalan selama 21 tahun. Setiap 3 tahun sekali dilaksanakan kongres dan pemilihan pengurus yang baru. Pesertanya terdiri dari perwakilan 23 Provinsi dan 150 cabang dari Kab/Kota se Indonesia. 

Ketua Umum PII Hermanto Dardak juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. "Insinyur Indonesia harus berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain," ungkap Hermanto.

Pembukaan Kongres PPI XXI dan Dialog Nasional dibuka Wapres dengan melakukan pemukulan gong dengan didampingi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebagai tanda peresmian pembukaan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional.

Kongres ini bertema "Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas dalam Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia" yang diikuti oleh ratusan anggota Persatuan Insinyur Indonesia.

(Rel)


Tag :#WapresJusufKalla#KongresPII#Sumbar#  


Nama
Email
Komentar