HOME OPINI OPINI


  • Selasa, 24 Desember 2019
Inovasi UNP; Menciptakan Melek Iptek Melalui Pendidikan Literasi Saintifik Abad 21
Rahmi Agustia Widestra

Inovasi UNP; Menciptakan Melek Iptek Melalui Pendidikan Literasi Saintifik Abad 21

Oleh Rahmi Agustia Widestra dan Yulkifli
(Program Studi Magister Pendidikan Fisika Pascasarjana UNP)

Siapa yang tidak tahu bagaimana perkembangan zaman sekarang ini. Semuanya berubah begitu cepat, mulai dari manusianya, pola berpikir, pendidikan hingga alat-alat penunjang kehidupan yang telah berganti menjadi gadget-gadget canggih. Zaman perubahan inilah yang kita sebut dengan abad 21, zaman yang akan terus menerus berkembang pesat.

Perkembangan abad 21 berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Ilmu pengetahuan memudahkan kita memahami lingkungan dan sekitarnya sehingga dapat menciptakan teknologi yang mampu memudahkan kita dalam menjalani kehidupan. Ilmu pengetahuan dapat ditemukan dimana saja dan kapan saja jika dibantu oleh teknologi, sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 

Kemampuan penguasaan Iptek inilah yang wajib dimiliki setiap orang. Masyarakat harus “melek” Iptek, agar dapat mengikuti arus persaingan global begitupun halnya dalam bidang pendidikan.

Kata melek yang sering kita dengar, sama artinya dengan literasi. Menurut Echols dan Shadily (1990) dalam Kamus Indonesia Inggris “literasi berarti melek huruf/gerakan pemberantasan buta huruf”. 

Pada saat ini literasi sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan untuk menghadapi tantangan abad 21 terkait Iptek. Literasi membuat manusia menjadi peka terhadap Iptek, memahami informasi, hingga dapat menggunakan serta memodifikasi ilmu pengetahuan yang diterima. Lebih hebatnya lagi mampu menggali keterkaitan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Literasi merupakan salah satu solusi menghasilkan SDM yang kompetitif serta peka akan Iptek.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendongkrak kemampuan literasi peserta didik. GLS berupaya menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan dengan memaknainya lebih dalam baik dilingkungan maupun dalam proses pembelajaran. GLS ini mengharapkan lahirnya peserta didik yang memiliki literasi tinggi sehingga peka dengan perkembangan Iptek Abad 21.

Literasi yang cocok digunakan untuk peserta didik SMP dan SMA adalah literasi saintifik. Literasi saintifik menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahannya akibat aktivitas manusia. Literasi saintifik sangat penting untuk memecahkan berbagai persoalan yang terkait etika, moral dan isu-isu global akibat perubahan yang pesat dalam bidang sains dan teknologi. 

Literasi saintifik memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang. Ada dua alasan pentingnya literasi saintifik. Pertama, pemahaman sains menawarkan pemenuhan personal dan kegembiraan, keuntungan bagi untuk dibagikan dengan siapa pun. Kedua, negara-negara dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan dihadapkan dalam kehidupannya yang memerlukan informasi ilmiah dan cara berpikir ilmiah untuk mengambil keputusan (Zuriyani, 2014). Adanya literasi saintifik ini memudahkan peserta didik untuk peka terhadap Iptek serta meningkatkan keterampilan sesuai tujuan kurikulum 2013.

Literasi saintifik adalah bagaimana pembelajaran sains itu diperoleh secara konsep sains, proses sains serta konteks sains (Budi,2006). Literasi saintifik ini dimulai dengan konsep pembelajaran sains itu sendiri, kemudian bagaimana memperoleh ilmu sains itu sendiri serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses sains terdapat langkah-langkah sesuai dengan pendekatan saintifik yang sesuai dengan kurikulum 2013 yaitunya mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Pendidikan literasi saintifik inilah yang nantinnya membantu peserta didik untuk tidak hanya memahami pembelajaran saja namun hingga dapat menggunakan ilmu pengetahuannya untuk hidup bermasyarakat.

Penerapan literasi saintifik ini ke dalam proses pendidikan dengan cara beriring jalan dengan proses pembelajaran. Khususnya dalam kegiatan inti pembelajaran, penerapan literasi ini diimplementasikan dalam bentuk langkah-langkah pembelajaran dimulai dari penemuan konsep, pemrosesan ilmu pengetahuan hingga penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini seorang peserta didik semakin mampu untuk memaknai pengetahuan dengan lebih mendalam lagi dan melek terhadap teknologi. Pendidikan literasi saintifik ini diharapkan mampu menjadikan peserta didik melek IPTEK dan menjadi SDM yang mampu bersaing untuk menjawab tantangan abad 21.


Tag :#opini rahmi agustia widestra