HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SAWAHLUNTO

  • Rabu, 28 April 2021
Ini Tugas dan Fungsi P2TP2A Kota Sawahlunto Sikapi Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak
Boy Pubadi, Tim Advokasi P2TP2A Kota Sawahlunto

Sawahlunto (Minangsatu)- Prediket Kota layak Anak tingkat Nindya yang telah diraih oleh Kota Sawahlunto patut kita syukuri sebab tidak banyak Kota di Sumatera Barat yang mampu meriah prediket tersebut. 

Hal ini menunjukan kinerja dan perhatian Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap perlindungan anak patut diberikan apresiasi yang sebesarnya. Usaha ini jelas tidak terlepas dari partisipasi dari masyarakat sendiri akan arti pentingnya anak sebagai masa depan bangsa dimasa yang akan datang.

Demikian dikatakan praktisi hukum dan tim P2TP2A Kota Sawahlunto dijumpai di Sawahlunto, Rabu, (28/4) Menyikapi issue terkini tentang perlindungan anak yang akhir-akhir ini marak dibicarakan sehingga menjadi bola liar terutama dikalangan kelompok tertentu. Hal ini  justru diakibatkan karena ketidaktahuan mereka tentang apa sebenarnya yang terjadi sehingga salah persepsi.dalam menyikapinya.

Boy Purbadi menjelaskan, Pusat Pelayananan Tepadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau biasa disebut P2TP2A yang merupakan sebuah lembaga non pemerintah yang berada dibawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak sudah cukup berpengalaman dan konsen terhadap issue tersebut sehingga tidak ada kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota ini menjadi luput dari  perhatian dan kinerja P2TP2A.

"Lembaga ini memiliki fungsi yang cukup strategis dalam menjalankan tugasnya terutama memberikan perlindungan terhadap anak yang mengalami kekerasan baik secara fisik, mental, psikis maupun seksual tanpa melihat siapa dan dari mana anak itu berasal. sehingga kinerja ini menjadi penilaian bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan pridiket Kota Layak Anak Tingkat Nindya yang disebutkan diatas adalah hal yang wajar dan patut diterima oleh Pemerintah Kota Sawahlunto," terang Boy Purbadi 

Dijelaskannya, Adanya kasus yang saat ini sedang ditangani oleh P2TP2A tentang kuatnya dugaan telah terjadi tindak pidana terhadap anak dibawah umur sudah ditangani oleh tim P2TP2A secara baik dan profesional. 

Boy Purbadi mengatakan, anak yang menjadi korban telah dilindungi dan ditempatkan disebuah rumah aman dibawah kordinasi pihak kepolisan yang berkerja sama dengan P2TP2A. 

"Adanya rumor yang beredar ditengah masyarakat bahwa saat ini sipelaku dilindungi oleh pihak tertentu hal ini tidak benar," tegas Boy Purbadi 

Pengacara Alumnus Fakultas Hukum Unand Padang itu membenarkan bahwa memang ada seorang anak kita yang diduga kuat telah mengalami dugaan tindak pidana dan sekarang kasus tersebut sedang berproses dipihak Kepolisian Polres Sawahlunto untuk dilakukan penyidikan.

Advokat dan staf ahli fraksi di DPRD Kota Sawahlunto ini membantah secara tegas bahwa ada pihak tertentu yang mencoba untuk melindungi pelakunya seperti apa yang beredar, malahan mendesak agar kasus ini diungkap dengan berkerja sama bersama tim penyidik dari kepolisian yang menjadi tim P2TP2A.  

"Pemerintah Kota Sawahlunto melalui P2TP2A telah berusaha sebaik mungkin untuk melindungi anak tersebut dengan mendatangkan Psikolog, dokter serta pemuka agama untuk memulihkan kondisi kejiwaan sianak yang tergucang serta perlindungan hukum," terangnya 

Tentang proses hukum kasus tersebut Boy Purbadi menjelaskan,  P2TP2A tidak ikut campur itu murni kewenangan penyidik. dan kami menyampaikan apresiasi atas tindakan yang cepat dari penyidik dalam merespon dan menindak lanjuti kasus tersebut. 

"Siapa pelakunya, dimana dilakukan dan tindak pidana apa yang dilakukan itu kewenangan penyidik, sebaikya kita tunggu saja proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian," demikian ungkapnya mengakhiri konfirmasi media Minangsatu.com melalui telpon selulernya.*


Wartawan : Hendra Idris
Editor : Benk123

Tag :#sawahlunto