HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Jumat, 29 Maret 2019
Geopark Silokek; Memadukan Geologi, Biologi dan Budaya

Sijunjung (Minangsatu) – Sejak Silokek menjadi Geopark Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung terus melakukan pembenahan. Tidak hanya dalam upaya menggaet sebanyak mungkin wisatawan, tetapi lebih dari itu, melestarikan kekayaan alam dan keragaman budaya adalah sebuah keniscayaan. 
Kekayaan alam yang terbentang di kawasan Silokek memang cukup pantas dilestarikaan, lantaran di sini terdapat keragaman unsur geologi yang mempunyai nilai arkeologi dan ekologi. Cocok sekali sebagai geopark yang merupakan konsep pembangunan komprehensif dalam rangka konservasi sehingga bisa lestari. Tetapi juga punya nilai ekonomi untuk diandalkan sebagai destinasi wisata. 

Di kawasan Silokek juga membentang keragaman budaya, yakni budaya Minangkabau, ditandai dengan adanya Kampung Adat yang masih mempertahankan adanya rumah gadang di dalam satu kawasan, serta adanya peninggalan Rajo Ibadat, salah satu dari Rajo Tigo Selo yang merupakan presidium kepemimpinan di Minangkabau pada masa Kerajaan Pagaruyung. 
Bahkan juga kekayaan biologi berupa keanekaragaman hayati ikut mendukung Geopark Silokek mempunyai nilai lebih, lantaran kawasan itu sekaligus akan memiliki fungsi sebagai kawasan “paru-paru” Sijunjung dengan mempertahankan keanekaragaman hayati. Tidak itu saja, kawasan Silokek juga dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan laboratorium alam dengan rencana pembangunan Biology Centre di dalam kawasan. 
Sekretaris Daerah (Sekda Sijunjung Zefnihan mengatakan, untuk pengembangan Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung sudah menyiapkan Grand Design Pengembangan Geopark Silokek. “Kita sudah punya grand design. Berdasarkan itu lah nanti, pembangunannya kita programkan secara bertahap,” ujar Zefnihan. 

Dikatakan, ada tiga komponen penting yang menjadi perhatian. Yakni klaster utama, infrastruktur dan klaster pendukung. “Dalam grand design itu kita fokus pada tiga hal, yaitu pengembangan klaster utama, pembangunan infrastruktur serta pembangunan klaster pendukung,” katanya. 
Di klaster utama, selain akan dibangun gerbang (gate) yang megah, sebagai penanda sebuah kawasan yang akan menjadi ikon daerah setempat, di situ juga akan dibangun Geosite Silokek, Biology Centre, pengembangan Kampung Adat serta museum dan perpustakaan. 
Sedangkan untuk infrastruktur, selain akan dibangun jalan ke lokasi, jalan antara klaster, jalur air, dermaga, terminal, serta jaringan listrik dan air bersih. Adapun klaster pendukung adalah daerah Sisawah, Durian Gadang, Solok Amba, Sumpur Kudus, Aie Angek, Paru, Muaro, manganti, Kandang Baru dan TBA. 
Terkait pengembangan Geopark Silokek itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Doni Hendra mengatakan, setelah Silokek menjadi Geoprak Nasional, Pemkab Sijunjung harus bergerak untuk melengkapi perencanaan, dan kemudian melaksanakannya. “Pemdanya harus bergerak untuk melengkapi perencanaan, peningkatan SSDM dan peningkatan fisiknya, dengan bantuan Pemprov, pusat dan bantuan pihak ketiga,” ujar Doni Hendra.  
Sementara Sekda Zefnihan mengatakan, Pemkab Sijunjung, dengan telah selesainya grand design tersebut, segera memprogramkannya, dan masuk ke APBD. “Kita akan programkan sesuai grand design itu, supaya masuk dalam APBD, mulai dari APBD Perubahan 2019, dan seterusnya,” ujar Zefnihan.


Wartawan : boing
Editor : boing

Tag :wisata alam silokek