HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Senin, 22 Juli 2019
Geopark Silokek, Butuh Percepatan Pembangunan Amenitas

Padang (Minangsatu) - Setelah selesai grand design, dan beberapa kegiatan pembangunan--baik infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat--sudah mulai berjalan pada 2019 ini, saatnya unsur amenitas Geopark Silokek segera dilengkapi.

Konsep 3A, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas perlu digerakkan dalam mengembangkan destinasi wisata di suatu daerah. Tentu ini perlu pula diterapkan di Geopark Silokek.

"Konsep 3A ini yang kita dorong untuk dilaksanakan di Geopark Silokek," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) Taufik Ramadan kepada Minangsatu.

Dikatakan, selain atraksi dan aksesibilitas  amenitas adalah berbagai fasilitas di luar akomodasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berwisata di suatu destinasi. Amenitas bisa berupa fasilitas pariwisata seperti rumah makan, restoran, toko cenderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain.

"Unsur amenitas ini yang harus dikeroyok bersama, mulai dari masyarakat setempat, pemerintahan nagari, kabupaten dan provinsi," tukuk Taufik Ramadan. Ia menegaskan, provinsi akan selalu mendampingi, melakukan supervisi dan mengkoordinasikan segala sesuatu menyangkut pengembangan Geopark Silokek itu sendiri.

"Termasuk upaya untuk menjadikan jorong Padang Ranah sebagai warisan dunia, juga kita dukung penuh. Apalagi di sana masih terjaganya bangunan rumah gadang, dan masih dilaksanakannya tradisi, adat dan budaya di kampung adat itu," pungkas Taufik Ramadan.

Dalam hal amenitas itu, hingga saat ini sebagian dari fasilitas pendukung itu sudah dibangun di Silokek. Misalnya sudah selesai dan telah diresmikannya gedung pusat informasi Geopark Silokek.

 "Penyusunan Master Plan pengembangan perkampungan adat, pelatihan adat dan budaya, dan pelatihan membangun kewirausahaan kepariwisataan kita anggarkan pada 2019," tutur Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sijunjung, Zefnihan kepada Minangsatu.

Sedangkan terkait amenitas, Zefnihan mengatakan, ada tiga komponen penting yang menjadi perhatian. Yakni klaster utama, infrastruktur dan klaster pendukung. “Dalam grand design, kita fokus pada tiga hal, yaitu pengembangan klaster utama, pembangunan infrastruktur serta pembangunan klaster pendukung,” katanya.
Di klaster utama, selain akan dibangun gerbang (gate) yang megah, sebagai penanda sebuah kawasan yang akan menjadi ikon daerah setempat, di situ juga akan dibangun Geosite Silokek, Biology Centre, pengembangan Kampung Adat serta museum dan perpustakaan.

Sementara untuk infrastruktur, selain akan dibangun jalan ke lokasi, jalan antara klaster, jalur air, dermaga, terminal, serta jaringan listrik dan air bersih. Adapun klaster pendukung adalah daerah Sisawah, Durian Gadang, Solok Amba, Sumpur Kudus, Aie Angek, Paru, Muaro, Manganti, Kandang Baru dan TBA.
 
Seperti diketahui, Geopark Silokek yang terletak di bagian Timur Sumbar, persisnya  berada di Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Jamaknya sebuah geopark, di kampung kecil di dalam lembah dikelilingi bukit berbatuan berusia 300 tahun lebih. Dengan kekayaan geologi yang dimiliki, Silokek juga punya kelebihan dari Ngarai Sianok dan Lembah Harau, yakni adanya keragaman flora dan fauna, serta kampung adat dengan rumah gadang yang masih terawat, dan tradisi keminangkabauan yang masih dipraktikkan masyarakat setempat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendeskripsikan Geopark Silokek bak kepingan syorga yang jatuh ke bumi. “Silokek adalah kawasan dengan keindahan alam nan eksotik, yang merupakan warisan geologi dan budaya serta memiliki keragaman fauna dan flora. Salah satu pemandangan yang menarik di Geopark Silokek yaitu aneka batuan yang terdiri dari kelompok batuan gamping, sedimen, metamorf, dan granit,” ujar Irwan Prayitno kepada wartawan.

Kata Irwan Prayitno secara geologis bebatuan di Silokek berumur kurang lebih 359 juta tahun. Irwan menyebut kehadiran Geopark Silokek melengkapi dua Geopark yang lainnya yang sebelumnya sudah ada di Sumbar, yakni Geopark Ngarai Sianok di Kabupaten Agam dan Geopark Sawahlunto di Kota Sawahlunto. Tentunya menjadikan Sumbar destinasi pariwisata utama Indonesia.

Dikatakan Geopark karena Sikokek merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat juga berperan untuk melindungi dan meningkatkan fungsinya.

Saat ini, Indonesia telah memiliki dua geopark dengan status UNESCO Global Geopark, yakni Geopark Batur (Batur UNESCO Global Geopark) di Bali dan Geopark Gunung Sewu di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sementara itu, Sumbar memiliki Silokek, Ngarai Sianok-Maninjau dan Geopark Sawahlunto.

Saat ini, dengan status sebagai geopark nasional, apabila amenitasnya terus dilengkapi, dengan melibatkan masyarakat, pemerintah nagari, kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, maka keberadaan Geopark Silokek sebagai jualan baru pariwisata Sumbar, khususnya Sijunjung akan kian cepat membuahkan hasil. Yakni tingginya minat pelancong datang ke situ.


Wartawan : ing
Editor : boing

Tag :#silokek