HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Rabu, 27 Februari 2019
Geopark Andalan Wisata Alam Sumbar
Ada Menara Eifel di Harau

Padang (Minangsatu) – Sumatera Barat (Sumbar) dikenal memiliki kawasan dengan potensi geopark berupa keunikan dan keragaman unsur geologi termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya yang harusnya dilindungi dari generasi ke generasi, juga dimanfaatkan secara berkelanjutan. 
Geopark adalah konsep pembangunan yang komprehensif mencakup  komponen alam sampai     keragaman budaya dengan berpilarkan pada konservasi, pendidikan hingga peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui kegiatan geowisata. Karena itu geopark lebih memungkinkan layak secara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, atau merupakan wujud pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan motto geopark “memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat”. 
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulvian, implementasi geopark tidak hanya melibatkan unsur/bidang geologi melainkan juga keragaman budaya, flora dan fauna serta pariwisata. “Pada tahun 2018 lalu 3 (tiga) kawasan Geopark Sumbar telah naik status dan menerima penghargaan sebagai Geopark Nasional yaitu Geopark Ngarai Sianok, Geopark Silokek, Sijunjung dan Geopark Sawahlunto. Dengan penetapan Geopark Nasional ini diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat,” ujarnya. 


Disebutkan, kawasan-kawasan yang telah mendapat status sebagai Geopark Nasional harus melakukan langkah-langkah dan upaya untuk penataan kawasan geoparknya termasuk pemberdayaan masyarakatnya. Jika kawasan yang sudah mendapatkan status Geopark Nasional tidak menindaklanjuti dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang menunjang kawasan geopark itu sendiri, maka status geopark bisa saja dicabut. Oleh karena itu perlu terus dilakukan pendampingan Pemerintah Provinsi kepada masing-masing. 
Untuk tahun 2019 beberapa kawasan geopark lainnya yang berpotensi sebagai warisan geologi juga akan diusulkan sebagai Geopark Nasional.  Dan tahun ini  juga akan disusun langkah dan strategi pengusulan Geopark Ranah Minang sebagai Unesco Global Geopark (UGG) sehingga Kawasan Geopark Ranah Minang akan dikenal sebagai salah satu daya tarik kawasan wisata di dunia sekaligus meningkatkan peluang investasi di berbagi sektor.


Terkait dengan usulan baru itu, Lembah Harau yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, kini tengah berupaya menjadi Geopark Nasional. “Ya, kita sudah satu tahun di nilai oleh tim penilai dari pusat, apakah kita layak menjadi destinasi wisata Geopark Nasional” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Limapuluh Kota Nengsih ketika di hubungi Minangsatu lewat telephone seluler. 
Nengsih berharap apa-apa yang di nilai tim penilai tersebut bisa menjadikan destinasi wisata Limapuluh Kota menjadi geopark nasional. Karena menurutnya suatu kawasan yang punya label geopark, tak hanya menjadikannya destinasi wisata alam, tapi wisatawan yang datang pun akan mendapat ilmu dan wawasan pengetahuan alam itu. 

“Semoga kita bisa mendapat label geopark tersebut, karena dengan begitu kita bakal punya destinasi wisata alam yang tak hanya memberikan keindahan alam saja, tapi juga bakal memberikan pengetahuan kepada wisatawan baik lokal maupun manca negara tentang alam tersebut,” katanya.
Untuk saat ini, terutama pada hari-hari libur, objek wisata Lembah Hara terus ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dan fasilitas-fasiltas serta spot-spot foto di lembah harau terus ditingkatkan. Seperti yang terbaru ada “Kampung Eropa” di Lembah Harau. 


Namun, dari pantauan Minangsatu masih ada yang harus diperbaiki oleh Pemkab Limapuluh Kota untuk pengembangan Harau kedepannya. Seperti penambahan kopel-kopel atau tempat santai untuk pengunjung, fasilitas-fasilitas permainan anak-anak juga perlu ditambah. Apalagi saat ini daerah wisata Harau seperti Sara Bunta, Sarasah Aka Barayun, dan Sarasah Murai serta Sarasah Tanggo sudah mulai ramai pengunjung. 
Sarasah Murai sendiri punya keunggulan yakni tebing-tebingnya yang curam, hingga membuat penikmat olahraga panjat tebing terpikat. Sedangkan untuk Sarasa Tanggo punya keunggulan untuk memikat wisatawan dengan wisata perahu karena punya waduk. 
Untuk Aka Barayun punya selain punya air terjun yang indah dan tempat permainan anak-anak juga  terdapat tebing-tebing curam bagaikan penjara raksasa. Sedangkan Sarasa Bunta selain juga mempunyai air terjun juga punya rute-rute pejalan kaki sambil menikmati udara segar yang kaya oksigen. (k/sc/fgi)


Wartawan : Fegi
Editor :

Tag :#geopark#kampungwisata#harau