HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Senin, 22 Juli 2019
Dukung Geopark Silokek, Perlu Kontribusi Pegiat Wisata

Padang (Minangsatu) - Sebuah destinasi wisata akan selalu dipenuhi pelancong manakala terpenuhi unsur 3A, aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Demikian pula halnya dengan Geopark Silokek.

Jika saat ini aksesibilitas relatif telah memadai dengan adanya jalan menuju ke lokasi Geopark Silokek yang berada di Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung itu, sedangkan amenitas (infrastruktur sebagai fasilitas pendukung) juga sebagian telah ada dan terus ditambah, maka saatnya beragam atraksi yang terjadwal dan rutin dilakukan di kawasan ini.

Untuk menggelar atraksi, dalam bentuk berbagai iven yang relevan, memang peran swasta dan pegiat wisata sangat diharapkan. Berpedoman pada destinasi wisata utama yang ada di negeri ini, umumnya atraksi digarap para pegiat, sedangkan pemerintah memfasilitasi sepenuhnya.

Inilah yang menggugah Muhammad Zuhrizul, pegiat wisata kondang di Sumatera Barat (Sumbar) untuk berkiprah di Silokek.

Kepada Minangsatu, Muhammad Zuhrizul mengatakan bahwa Silokek sudah di tetapkan sebagai salah satu geopark nasional karena dianggap potensi yang ada sangat layak di kembangkan menjadi salah satu Global geopark.

Dikatakan, dengan sinergitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung dengan Geopark Ranah Minang, serius untuk menjadikan silokek menjadi salah satu destinasi wisata bertaraf dunia dengan kekayaan alam, geologi, biologi, flora dan fauna, goa, sumber air panas, sejarah, budaya dan kearifan lokal.

Sedangkan berkenaan dengan atraksi, Zuhrizul menyebut untuk promosi awal akan diadakan Silokek Geo Fest (SGF) sebagai sosialisasi dan promosi awal dengan iven-iven yang diharapkan dapat mendatangkan wisatawan dari luar  daerah dan mancanegara.

"Dalam Silokek Geo Fest, juga akan di adakan Rafting Champion R4 dari berbagai daerah di Indonesia sebagai penunjang sport tourism Silokek yang layak dijual menjadi paket wisata arung jeram nantinya," tuturnya.

Namun, tukuk Zuhrizul, untuk arung jeram sedikit terkendala dengan kuningnya air sungai akibat adanya penambangan liar yang mencemari air sungai  dari hulu sungai, persisnya di Kabupaten solok. "Karena ini sudah menyangkut lintas kabupaten kita berharap Pemprov Sumbar, serta aparat terkait dapat menindak tegas pelaku pencemaran sungai," tukasnya.

Untuk mendukung akomodasi saat SGF itu, Zuhrizul yang juga pemilik Lawang Park Maninjau ini merencanakan akan memaksimalkan 74 rumah adat yang ada di Jorong Ranah, Nagari Sijunjung. "Rumah gadang yang berada di satu jorong itu juga menjadi pendukung SGF nantinya. Akan kita maksimalkan menjadi geo homestay program, dengan konsep community based tourism," pungkasnya.

Terkait iven SGF itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar Taufik Ramadan mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya kegiatan itu. Dia berharap agar iven-iven yang diadakan bisa terjadwal dengan baik, kontinyu dan menjadi agenda tetap, serta mempertimbangkan pasar wisata dunia.

Kepada Minangsatu Taufik Ramadan menegaskan bahwa dalam hal atraksi skala internasional, sejauh ini baru Tour de Singkarak yang rutin digelar. "Harusnya kabupaten/kota juga berupaya membuat iven tetap. Begitu juga Silokek," tuturnya.

Sedangkan dengan masuknya pegiat wisata untuk mengembangkan atraksi di Silokek, serupa SGF itu, Taufik Ramadan pun menyambut gembira. "Kita harus memfasilitasi ini bersama-sama, sehingga menjadi iven dunia pula," tukuknya.


Wartawan : ing
Editor : boing

Tag :#silokek #wisata alam