HOME WEBTORIAL KABUPATEN PASAMAN BARAT


  • Selasa, 12 Februari 2019
Di Target Ketahanan Pangan, D.I. Batang Bayang Masih terkendala pembebasan Lahan
Pelaksana Lapangan PT. Adhi Karya KSO Indo Bangun Group, Ridwan, Kanan bersama Tim Leader Konsultan Supervisi PT.Wiratman JO Mitratama Asia Pasifik M Rizal, Kiri

PASAMAN BARAT(Minangsatu) - Proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Batang Bayang di Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat - Sumbar sudah menampakan batang tubuh. 

Proyek yang berasal dari dana APBN milik Balai Wilayah Sungai Sumatera V Provinsi Sumbar, Kementrian PU-PERA itu akan mengairi seluas  4.100 Ha, dengan debit Saluran 5,22 M3/ detik.

Pelaksana lapangan PT. Adhi Karya KSO Indo Bangun Group, Ridwan mengatakan, pencapaian kemajuan pekerjaan utama Daerah Irigasi Batang Bayang pertanggal 31 Januari 2018 tercatat sudah mencapai bobot volume 30,90 %.

"Tubuh Bendungan 100 % sudah terlihat, penguras kantong lumpur dalam kondisi penyelesaian 30 Meter dalam tahapan penilaian Apraisal. Sementara saluran Suplesi dalam tahapan penggalian eksisting lebih kurang 1 Km dan sepanjang 3 Km sudah diclearing," Ucapnya.

Ia mengatakan, bidang tanah yang terkena dampak proyek sekitar 10 Bidang belum bebas dan 200 bidang tanah masih dalam pendataan yang terletak di Jorong Batang Gunung, Koto Pinang, Koto Sawah dan kejorongan Saroha.

"Empat kejorongan itu akan di lalui Saluran suplesi sepanjang 5 Km dan saluran induk 8 Km. Untuk ketersediaan bahan - bahan galian C masih mencukupi, secara keseluruhan target pekerjaan dirampungkan sebelum lebaran 2019 meski kontrak berakhir di Desember 2019," Tuturnya kepada Minangsatu.

Sementara, Tim Leader Konsultan Supervisi PT.Wiratman JO Mitratama Asia Pasifik (MAP) M Rizal mengatakan, kontruksi pembangunan DI Batang Bayang yakni beton bertulang dengan lebar bendungan 50 Meter, areal yang akan di aliri 4100 Ha dan  pengembangan areal menjadi 6500 Ha.

"Selain sarana utama bendungan, sejumlah bangunan penunjang yang akan dibangun seperti taman, lanscape, musholla,arena bermain, arena olah raga, serta areal bumi perkemahan. Luas Areal bendungan yang akan dijadikan tempat wisata itu keseluruhan mencapai 5 Ha," ujarnya.

Secara ilmu teknik, ungkap M Rizal, kontruksi Bendungan ini berusia mencapai 100 Tahun. Sebagai ciri khas daerah Sumbar Bangunan di bendungan akan menggunakan konsep rumah gadang bagonjong.

Terpisah, Salah seorang tokoh masyarakat Lembah Melintang,Suhemdi Lubis yang juga anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat itu mengajak semua unsur masyarakat mesti mendukung proyek DI Batang Bayang.

"Bangunan ini tentu sangat besar dampak positifnya bagi ketahanan pangan di Pasaman Barat nantinya terutama bagi masyarakat Lembah Melintang dan sekitar. Untuk itu mari lah kita sama sama mendukung terhadap kelancaran jalannya Proyek ini," sebutnya.

Hal senada juga pernah di sampaikan wakil Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto mengatakan, tanpa dukungan Masyarakat, Ninik Mamak dan juga tokoh pemuda, maka pembebasan lahan proyek ini tidak akan dapat berjalan dengan semestinya.

"Untuk itu kita minta kepada pihak terkait  terutama masyarakat agar dapat mendukung dalam pembangunan irigasi Batang Bayang ini agar pekerjaannya dapat berjalan dengan baik dan maksimal dengan mutu sesuai yang kita harapkan," ujar Wabup.

(Afratama)


Wartawan : Afratama
Editor :

Tag :#Batang Bayang#Pasaman Barat